PDAM Sangihe Masih Menggunakan Pipa Jaman Belanda

oleh
Novilius Tampi.

TAHUNA – Jaringan instalasi air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kepulauan Sangihe ternyata masih menggunakan instalasi dari jaman penjajahan Belanda.

Hal ini tak ditepis Dirut PDAM Sangihe, Novilius Tampi. Bahkan Tampi menyatakan saat ini PDAM banyak kehilangan air akibat kebocoran pipa yang sudah berusia puluhan tahun ini.

”Diakui kita masih sering kehilangan air, sebab instalasi yang kita pakai saat ini masih ada yang berasal dari jaman Belanda, yakni instalasi dari area kantor PDAM sampai dengan pusat kota Tahuna,” ungkap Tampi.

Meski diperhadapkan dengan permasalahan instalasi yang tak jarang bocor karena telah dimakan usia, bukan halangan bagi PDAM untuk memaksimalkan pelayanan ke pelanggan maupun ketika masyarakat membutuhkan air bersih.

”Masalah instalasi bukan penghalang bagi kami untuk memaksimalkan pelayanan, bahkan disaat musim kemarau saat air minum, PDAM tetap konsisten menjamin pelanggan, termasuk siap mendistribusikan langsung dengan mobil tanki ketika terjadi permasalahan instalasi,” ujarnya.

Sejauh ini berbagai perbaikkan instalasi juga telah dilakukan dibeberapa wilayah, termasuk pemasangan instalasi baru di wilayah Tahuna Barat dan Kecamatan Manganitu, namun khusus untuk wilayah Tahuna yang cukup ramai dan sibuk pengguna air PDAM, perbaikkan instalasi harus dilakukan di malam hari dan secara bertahap agar tidak mengganggu aktifitas.

Baca juga:   Depag Sangihe siap Berangkatkan 13 Jamaah Calon Haji

”Karena instalasinya sudah tua, resiko kebocoran tak bisa terhindar, dan khusus di kota Tahuna perbaikkan harus dilakukan di malam hari guna menghindari kesibukkan pengguna air dan aktifitas warga kota, sebab seluruh akses air harus ditutup ketika sedang dilakukan perbaikkan,” imbuh Tampi.

(sam)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *