Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Sulut Sasar Tokoh Agama

oleh -263 Dilihat

MINAHASA — Terus menggenjot pengawasan dalam menghadapi Pemilu 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Masyarakat Pada Tahapan Kampanye Pemilu 2024 di GMIM Siloam Tonsea Lama, Selasa (5/12/2023).

Sosialisasi pengawasan tersebut, dikhususkan bagi seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda di Wilayah Tondano IV. Yang dihadiri juga oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Sebagai narasumber, Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Jerry Sumampouw, Presidium JADI Sulut, Jhonny Suak serta Plt Ketua Bawaslu Sulut, Erwin Sumampow.

Sebagai moderator, Sekertaris Bawaslu Sulut Aldrin Christian saat membuka kegiatan mengatakan, ada beberapa titik sosialisasi yang digelar Bawaslu Sulut dalam menyambut tahapan kampanye pemilu 2024, termasuk di Tondano untuk forum warga. “Kiranya forum ini bisa berdampak luar biasa untuk tahapan pemilu yang sedang berjalan,” kata Aldrin.

Sementara itu, Plt ketua Bawaslu Sulut Erwin Sumampouw berharap forum ini dapat membantu Bawaslu melakukan pengawasan pada setiap tahapan pemilu. “Saat ini masuk tahapan kampanye yang pasti ada potensi pelanggaran-pelanggaran yang akan terjadi, seperti politik uang, hoax isu sara dan lainya. Kami ingin mengigatkan lewat forum warga ini untuk dapat membantu Bawaslu pada setiap tahapan pemilu,” kata mantan Bawaslu Kabupaten Minahasa ini.

Ia mengatakan, dengan personil yang terbatas, Bawaslu memang tidak akan mampu melakukan pengawasan pemilu, maka perlu ada pola strategis dari bawaslu untuk menyampaikan sosialisasi pengawasan.

“Warga gereja bisa membantu bawaslu dalam melakukan pengawasan partisipatif. Silahkan laporkan ke Panwas jika ada politik uang atau pelanggaran pemilu karna semuanya ada konsekuensi pidana,“ harap Sumampouw.

Sebagai pembawa materi, Ketua presidium JADI, Jhony Suak mengatakan, pegawasan pemilu tidak akan optimal jika tidak melibatkan masyarakat.

“Karna personil bawaslu hanya 5 orang, pengawas di desa/kelurhan juga hanya satu orang. Secara kasat mata tentu tidak akan mampu mengawasi sendiri dengan berbagai macam caleg dari berbagai tingkatan. Sehingga dasar penguatan pengawasan pemilu di berikan kesempatan kepada entitas-entitas masyarakat, gereja dll untuk terlibat dalam mengawasi,“ terang Suak.

Selanjutnya, dirut TePI, Jerry Sumampow menambahkan, bahwa kita sering terfokus di hari H pemilihan. Padahal kata dia, tanpa disadari banyak hal menarik saat proses tahapan pemilu yang berjalan. Untuk itu, peran strategis yang bisa dilakukan, yakni kita harus menjadi pemilih cerdas.

”Tidak terjerat dengan politik identitas, Menolak politik uang. Jangan melegalkan kejahatan. Memilih berdasarkan track rekord,” ujarnya seraya menegaskan, sosialisasi di Gereja ini merupakan satu terobosan Bawaslu Sulut untuk selalu menginformasikan tentang pemilu 2024 yang diharapkan menjadi mitra pengawasan atau kontrol sosial terhadap dugaan potensi setiap pelanggaran yang akan terjadi.

Kegiatan berlangsung hangat, peserta dengan kritis memberikan pertanyaan, bahkan sampai berebutan ingin bertanya.(Ria)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.