Nominalnya Capai Sekira Rp180 Juta, Ada Oknum Wartawan Diduga Kebanjiran Dana InDes?

oleh -407 views
Salah satu barang bukti fasilitas InDes yang disita aparat kepolisian.

TAHUNA – Salah satu tersangka dugaan kasus korupsi dalam pengadaan Internet Desa (InDes) adalah mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa berinisial JeGa. Yang bersangkutan juga turut menikmati aliran dana InDes sekira Rp500-600 juta yang diserahkan oleh pihak ketiga pengadaan InDes Tahun anggaran 2019 lalu.

Rupanya penetapan tersangka kasus yang merugikan negara sekira Rp 5.099 miliar ini tidak berhenti sampai di 4 tersangka. Dimana saat ini tim penyidik unit Tindak Pidana Korupsi (TiPidKor) Polres Sangihe terus melakukan pengembangan. Dimana sejumlah mantan Camat di tahun 2019 lalu yang tersebar di Kabupaten Sangihe khususnya 13 Kecamatan satu persatu dipanggil dan digilir pihak penyidik Polres Sangihe.

“Kasus ini masih terus dikembangkan dan tidak menutup kemungkinan akan ada ketambahan tersangka lainnya. Sebab kerugian negara adalah total lost dari jumlah anggaran pengadaan InDes di Tahun Anggaran 2019 lalu”, tegas Kapolres Sangihe AKBP Denny WW Tompunuh SIK dalam jumpa pers belum lama ini.

Baca juga:   Kodim 1301/Sangihe Dukung Penuh Penyemprotan Desinfektan

Informasi yang berhasil dirangkum awak media menyebutkan 13 oknum Camat dimaksud juga menerima uang dari pengadaan InDes senilai Rp 2 juta/kampung yang mengadakan InDes. Dan uang tersebut diserahkan langsung pihak ketiga.

Sementara itu informasi yang ramai berkembang ada oknum wartawan yang berpos liputan di Kabupaten Sangihe diduga juga menerima aliran dana InDes dimaksud.

Menyikapi hal ini, Ketua Tim Investigasi Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPN RI) Darwis Plontos Saselah angkat bicara mendesak aparat kepolisian untuk tidak pandang bulu dalam penuntasan kasus dugaan korupsi ini.

“Kalau benar ada oknum wartawan yang turut kebanjiran aliran dana InDes dan diduga nominalnya sekira Rp 180 juta, baiknya aparat juga mampu mengungkapnya dan menyeretnya juga”, ujar Saselah.

Saselah juga menyatakan kalau JeGa resmi ditetapkan sebagai tersangka karena menerima aliran dana InDes baiknya juga oknum wartawan dimaksud juga harus menjadi tersangka.

Baca juga:   Dinsos Launching PKH Di Kampung Binala

“Karena baik mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa berinisial JeGa dan oknum wartawan dimaksud juga sama-sama menerima aliran dana InDes. Jadi ketegasan dan profesional aparat dituntut disini demi penegakan supremasi hukum dalam penuntasan kasus korupsi di Kabupaten Sangihe”, jelasnya kembali.

Disisi lain, Saselah juga menegaskan 99 Kapitalaung yang turut serta mengadakan dan membeli fasilitas InDes juta harus diseret.

“Jangan lupa demi memuluskan anggaran InDes di Tahun 2019 tersebut, Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBKam) saat itu sudah ditetapkan dan sudah berjalan. Namun demi memuluskan pengadaan InDes maka Kapitalaung melakukan revisi APBKam untuk ‘memaksakan’ agar anggaran Rp 60 juta/Kampung masuk dan teranggarkan. Disini secara gamblang menjelaskan bahwa andil 99 Kapitalaung tersebut memuluskan langkah korupsi anggaran desa sangat besar”, imbuh Saselah sambil menegaskan bahwa kerugian negara akibat kasus ini adalah total lost dari keseluruhan anggaran yang ada.

Baca juga:   Dalam Sukacita HUT Ke-59 Gaghana Resmikan SPBU 7495814

(Budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.