100 Kali Donorkan Darah, Dirut RSUP Kandou Beri Penghargaan Dua Pendonor

oleh -35 views
Dirut RSUP Prof Kandou Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD (keempat kiri) bersama jajaran dan dua pendonor penerima penghargaan, di sela Apel Kebersamaan Pegawai di Kantor Pusat RSUP Prof Kandou, Senin (29/8/2022).

MANADO-Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Kandou Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD memberikan penghargaan kepada pendonor yang telah 100 kali mendonorkan darah. 

Masing-masing kepada bapak Muhammaddin Johanes Paransa SE yang memiliki golongan darah AB, juga dr Sumilat Benjamin Stephen Xaverius Lapian yang bergolongan darah O. 

Khusus MJ Paransa, bapak ini sebagai yang pertama di Indonesia telah mencapai 100 kali mendonorkan darah. 

Agenda ini masih dalam rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2022 di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado.

Penyerahan penghargaan tersebut, Dirut RSUP Prof Kandou turut didampingi oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Umum Dr dr Ivonne Elisabeth Rotty MKes, Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang dr Jehezkiel Panjaitan SH MARS, Plt Direktur Perencanaan, Keuangan dan BMN Frets Melope SE, juga Ketua Komite Medik Dr dr David Kaunang SpA(K).

Baca juga:   Plh Dirut RSUP Kandou Dewi Anggraeni SE MM Buka Penyuluhan Rangkaian Hari Penglihatan Sedunia 2018

Dalam sambutannya, Dirut Panelewen menyatakan rasa terima kasih setinggi-tingginya atas kepedulian dan rasa sukarela dari para pendonor darah.

Lebih lanjut Dirut RSUP Kandou yang juga Ketua PERSI daerah Sulawesi Utara mengatakan, dengan mendonorkan darah sebanyak 100 kali berarti telah membantu bagi kehidupan orang lain dengan rasa solidaritas sosial sesuai tema Hari Donor Darah Sedunia 2022.

‘Donating blood is an act of solidarity. Join the effort and save lives’ (Mendonorkan darah adalah suatu tindak solidaritas. Bergabunglah dengan upaya dan selamatkan nyawa).

Dirut Panelewen berharap, para pendonor ini tetap menyumbangkan darahnya secara regular tanpa pamrih, karena merupakan sumber darah aman dan tetap menjadikan donor darah sebagai gaya hidup.

Pak Didin demikian sapaan akrab Pak Paransa yang berdomisili di Kelurahan Lawangirung Manado mengatakan, untuk mencapai angka 100 kali donor darah dirinya butuh waktu sekira 25 tahun. 

Baca juga:   Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Eksistensi The Prime Clinic Manado Tapaki Usia ke-3 Tahun

Dimulai sejak tahun 1990 yang kala itu masih tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Samratulangi hingga saat ini telah bekerja di Kementerian BUMN di Kota Manado.

Demikian juga dengan dr Stephen Lapian dimulai sejak dirinya masih berkuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Samratulangi Manado sampai sekarang ini menjabat sebagai Kepala Instalasi Unit Transfusi Darah Rumah Sakit Umum Pusat Prof Kandou Manado. 

(vhp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.