332 views

Kerugian Negara Capai Rp 5,099 Miliar, Polres Sangihe Diminta Transparan Tuntaskan Dugaan Korupsi InDes

oleh -332 views
Ketua Tim Investigasi LPPN RI, Darwis 'Plontos' Saselah.

TAHUNA РMeski sampai saat ini penetapan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Internet Desa (InDes) tinggal menunggu penetapan tersangka, namun masyarakat Sangihe tetap berharap aparat hukum transparan dalam penuntasannya. Hal ini menjadi desakan warga Sangihe imbas dari kerugian negara akibat kasus ini mencapai  sekira Rp 5.099 miliar.

“Bagi kami masyarakat Sangihe hingga sekarang kasus dugaan korupsi terbesar InDes ini menjadi yang terbesar dari sejumlah kasus korupsi lainnya”, jelas Antoneta Seredei, Warga Kampung Barangkalang Kecamatan Manganitu.

Demikian halnya diungkapkan oleh warga Kampung Bukide Kecamatan Tabukan Selatan Abednego Sasariang yang berharap agar aparat hukum harus transparan dalam penuntasan kasus ini.

“Kasus dugaan korupsi InDes ini terjadi pada Tahun Anggaran 2019 lalu. Dan saat ini sudah tahun 2022, artinya ada kurun waktu sekira 3 tahun aparat hukum secara bertahap berhasil mengungkapnya. Sehingga sangatlah wajar bila penuntasan kasus yang melibatkan 99 Kapitalaung di Kabupaten Sangihe ini harus dikawal oleh masyarakat agar tuntas dengan transparan”, ujar Sasariang.

Baca juga:   Kasatlantas Polres Sangihe Pimpin Penyemprotan Disinfektan di Semua Kendaraan

Sementara itu Ketua Tim Investigasi  Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPN RI) Darwis ‘Plontos’ Saselah menegaskan bahwa lambat atau cepatnya penetapan tersangka kasus dugaan korupsi InDes ini sudah tergantung aparat kepolisian.

“Kenapa saya katakan demikian, sebab Penghitungan Kerugian Negara (PKN) oleh Aparatur Pemeriksa Internal Pemerintah (APIP) Pemkab Sangihe telah tuntas dengan total kerugian negara mencapai sekira Rp 5,099 miliar. Dan hasil pemeriksaan tersebut sudah diserahkan ke Polres Sangihe dalam hal ini Unit TiPiKor Satuan Reskrim. Kapan penetapan tersangka itu sudah domain dari aparat kepolisian. Namun menjadi harapan bersama bahwa nantinya penetapan tersangka haruslah transparansi, sebab kasus dilakukan secara terstruktur dan melibatkan banyak pihak termasuk didalamnya 99 Kapitalaung di 99 Kampung di Sangihe”, imbuh Saselah sambil menyatakan sesuai dengan nominal tiap unit InDes Rp 60 juta/Kampung maka dari hasil PKN APIP merujuk kerugian tersebut bisa total lost dari kerja sama pengadaan InDes.

Baca juga:   PDAM Sangihe Masih Menggunakan Pipa Jaman Belanda

(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.