489 views

LPPN RI Sebut Kasus InDes Berjamaah, Saselah: 99 Kapitalaung Seret Jadikan Tersangka

oleh -489 views
Ketua Tim Investigasi LPPN RI, Darwis 'Plontos' Saselah.

TAHUNA – Hasil Penghitungan Kerugian Negara (PKN) Aparatur Pemeriksa Internal Pemerintah (APIP) terkait dugaan korupsi dalam pengadaaan Internet Desa (InDes) Tahun Anggaran 2019 lalu tuntas. Tak tanggung-tanggung hasil PKN APIP terkait dugaan korupsi InDes yang melibatkan 99 Kampung di Sangihe mencapai sekira Rp 5.099.750.000.

Mencermati hal ini, Ketua Tim Investigasi Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPN RI) Darwis ‘Plontos’ Saselah angkat bicara meminta aparat kepolisian kepolisian agar transparansi dalam penetapan tersangka.

“Dengan nominal PKN APIP yang mencapai sekira Rp 5.099 miliar setidaknya angka ini cukuplah fantastis dan sangat merugikan masyarakat di Kabupaten Sangihe”, jelas Saselah.

Saselah menyebutkan dugaan korupsi kuat dugaan dilakukan secara berjamaah.

“99 Kampung yang turut andil dalam pengadaan InDes TA 2019 lalu. Dan didalamnya ada 99 Kapitalaung yang melakukan ‘pemaksaan’ revisi APBKam ditengah perjalanan TA berjalan. Artinya ada unsur kesengajaan dan upaya bersama untuk mengerogoti anggaran kampung telah terjadi dan melibatkan 99 Kapitalaung dimaksud”, ujarnya kembali.

Baca juga:   Dinyatakan Hilang Nyaris Sebulan, 5 Awak KM Hasrat Terdampar Di Pulau Padaidori

Olehnya lanjut Saselah, aparat jangan hanya mengejar target tersangka tertentu, tetapi sangatlah jelas rentetan perjalanan pengadaan InDes yang berujung pada dugaan korupsi berjemaah.

“Tanpa persetujuan dari 99 Kapitalaung tentunya InDes tidak akan pernah ada di Sangihe. Dan keterlibatan 99 Kapitalaung ini sangatlah jelas sehingga ada unsur turut serta memuluskan langka terjadinya korupsi”, imbuh Saselah sambil menyatakan bahwa nominal PKN APIP mencapai Rp 5.099 miliar dan bisa hampir dikata kerugian dalam kasus ini lost total.

Seperti diketahu pada medio April 2019 lalu saat APBKam TA 2019 sudah ditetapkan, pihak ketiga mendatangi Kabupaten Sangihe untuk ‘memaksakan’ penawaran InDes. Dan setiap unit InDes tersebut dibandrol Rp 60 juta/Kampung dan secara keseluruhan ada 99 Kampung dari 145 Kampung di Sangihe yang melakukan pengadaan InDes dimaksud.

(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.