18 views

Tragedi Pesawat China Eastern Airlines Jatuh di Pegunungan, Tak Seorang pun Korban Ditemukan

oleh -18 views
Pesawat China Eastern Airlines Jatuh di Pegunungan (Twitter @ChinaAvReview)

CHINA – Pesawat China Eastern Airlines Boeing 737-800 dengan 132 orang penumpang jatuh di pegunungan terpencil di dekat Kota Wuzhou, Guangxi Zhuang, China, Senin (21/3/2022)

Diketahui, tak seorang pun korban yang ditemukan di antara puing-puing pesawat China Eastern Airlines yang jatuh di pegunungan terpencil, kemarin. Pesawat itu membawa 132 orang.

Tragedi jatuhnya China Eastern Airlines MU5735 tercatat sebagai bencana terburuk China dalam satu dekade.

“Puing-puing pesawat ditemukan di tempat kejadian, tetapi sampai sekarang, tidak ada satu pun dari mereka yang kehilangan kontak telah ditemukan,” bunyi laporan media pemerintah, CCTV, Selasa (22/3/2022) pagi, lebih dari 18 jam setelah kecelakaan terjadi.

Pesawat yang dioperasikan maskapai itu adalah Boeing 737-800. Pesawat jatuh di dekat kota Wuzhou, wilayah Guangxi, saat terbang dari Kunming di provinsi barat daya Yunnan ke pusat industri Guangzhou.

Jatuhnya pesawat itu memicu kobaran api yang cukup besar hingga terlihat citra satelit NASA.

Baca juga:   BREAKING NEWS : Varian Omicron Diduga Masuk Sulut, 3 WNA Asal China Dikarantina di Manado

Kantor berita Xinhua melaporkan kecelakaan itu menciptakan lubang yang dalam di lereng gunung. Laporan tersebut menambahkan bahwa drone-drone dan pencarian manual digunakan untuk mencoba menemukan kotak hitam pesawat, yang menyimpan data penerbangan dan perekam suara kokpit yang penting untuk investigasi kecelakaan.

Penerbangan China Eastern MU5735 melaju dengan kecepatan 455 knot (842 kph) di sekitar 29.000 kaki ketika terjun bebas dan cepat sekitar pukul 14.20 waktu setempat. Itu menurut data dari situs web pelacakan penerbangan FlightRadar24.com. Pesawat jatuh ke ketinggian 7.400 kaki sebelum naik kembali ke ketinggian sekitar 1.200 kaki, lalu terjun lagi. Pesawat berhenti mengirimkan data 96 detik setelah mulai jatuh.

Menurut Administrasi Penerbangan Sipil China, pesawat itu membawa 132 orang termasuk 9 anak. Pesawat jatuh sekitar satu jam dalam penerbangan, dan mendekati titik di mana ia akan mulai turun ke Guangzhou, ketika ia meluncur ke bawah. Presiden China Xi Jinping menyerukan operasi penyelamatan “habis-habisan”, serta penyelidikan atas kecelakaan itu. Dia juga memerintahkan otoritas terkait untuk memastikan keselamatan penerbangan sipil sepenuhnya.

Baca juga:   Tolak Dideportasi, Pria Ini Mengamuk dan Kabur dari Pesawat. Kemudian Terlindas Pesawat Boeing 737

Di sebuah hotel dekat bandara Kunming tempat pesawat lepas landas, sekitar selusin orang, beberapa berjaket yang mengidentifikasi mereka sebagai anggota badan penerbangan China, berkerumun di sekitar meja dan membaca dokumen.

Polisi dan penjaga keamanan di kantor maskapai penerbangan di dekat bandara memerintahkan wartawan untuk pergi. Media pemerintah melaporkan semua pesawat Boeing 737-800 di armada China Eastern diperintahkan untuk dikandangkan.

Pakar penerbangan mengatakan tidak biasa untuk mengandangkan seluruh armada pesawat kecuali ada bukti masalah dengan model tersebut. China memiliki lebih banyak 737-800 daripada negara lain—hampir 1.200 unit.

“Dan jika pesawat identik di maskapai China lainnya dilarang terbang, itu dapat berdampak signifikan pada perjalanan domestik,” ujar konsultan penerbangan IBA.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.