Fakta-fakta Deltacron, Gabungan Covid-19 Varian Delta dan Omicron

oleh -18 views
Ilustrasi Deltacron (Ist)

JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini telah mengkonfirmasi temuan varian SARS-CoV-2 anyar, yakni Deltacron.

Varian yang diketahui telah terdeteksi di sejumlah negara Eropa seperti Prancis, Denmark, dan Belanda ini merupakan gabungan mutasi dari varian Omicron dan Delta.

Prof Lawrence Young, ahli virologi di University of Warwick mengatakan, Deltacron adalah varian covid yang mengandung elemen Delta dan Omicron.

Dengan kata lain, Deltacron mengandung gen dari kedua varian, menjadikannya apa yang dikenal sebagai virus rekombinan.

“Rekombinan ini muncul ketika lebih dari satu varian menginfeksi dan bereplikasi pada orang yang sama, dalam sel yang sama,” ujar Prof Lawrence Young, mengutip Theguardian pada Senin 14 Marer 2022.

“Deltacron adalah produk dari varian Delta dan Omicron yang beredar di populasi yang sama,” tulisan Lembaga Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) melaporkan.

Baca juga:   Amankan Kunjungan Presiden Jokowi ke Sulut Jumat ini, 2.000 Personel Gabungan Siap Dikerahkan

GISAID mengatakan bahwa bukti kuat pertama untuk varian ini telah dibagikan oleh Institut Pasteur di Prancis.

Pada Januari 2022, profesor Ilmu Biologi di Universitas Cyprus Leondios Kostrikis mengungkap tanda genetik seperti Omicron dalam genom Delta. Atas temuan itu ia memberi nama Deltacron.

Para ahli dengan cepat menekankan bahwa varian rekombinan tidak jarang terjadi, dan Deltacron bukan yang pertama dan tidak akan mungkin menjadi temuan varian rekombinan yang terakhir untuk Covid-19.

“Ini terjadi setiap kali kita berada dalam periode peralihan dari satu varian dominan ke varian lain, dan biasanya merupakan keingintahuan ilmiah tetapi tidak lebih dari itu,” kata Eks Pimpinan Inisiatif Genomik Covid-19 di Wellcome Trust Sanger, Jeffrey Barrett.

Barrett menambahkan, dengan masih terbatasnya temuan varian Deltacron yang teridentifikasi sejauh ini, maka belum ada cukup bukti dan data tentang tingkat keparahan varian.

Baca juga:   Teresia Maria Runturambi, ASN Korban Pohon Tumbang di Desa Koka Meninggal Dunia

Belum bisa dipastikan seberapa baik vaksin masih memiliki efikasi tinggi dalam memberikan proteksi terhadap individu.

“Ini telah terlihat di Inggris beberapa kali, dan sejauh ini tampaknya sangat langka di berbagai negara di dunia, dengan hanya beberapa lusin sequence di antara jutaan Omicron. Jadi saya rasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan saat ini, meski saya yakin varian ini akan terus dipantau,” pungkasnya.

Sejumlah ahli meminta dunia tidak terlalu khawatir soal temuan mutasi virus Covid-19 Deltacron.

Hal itu mereka sampaikan lantaran hingga saat ini belum ditemukan bukti-bukti valid bahwa varian ini bisa berkembangbiak secara cepat.

Ahli virus di Institut Pasteur Etienne Simon-Loriere menambahkan hasil dari karakteristik virus sementara yang diidentifikasi melalui pemeriksaan Whole Genome Sequences (WGS) oleh para ilmuwan di IHU Méditerranée Infection di Marseille, Prancis ini tidak menunjukkan tanda-tanda penyebab munculnya fase baru pandemi.***

Baca juga:   Aniaya Bayi, Tiga Wanita di Bitung Terancam 3 Tahun Penjara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.