Managemen Tak Sanggup Beli Bensin Untuk Bus Tim, Chelsea Bangkrut?

oleh -29 views

JAKARTA – Setelah pemerintah Inggris melayangkan sanksi pada Roman Abramovich, kondisi Chelsea semakin memprihatinkan.

Terbaru, diketahui kartu kredit perusahaan Chelsea dibekukan dan tim asal London Barat tersebut tidak mampu membeli kebutuhan transportasi, termasuk bensin untuk bus tim.

Dikutip dari The Athletic, Sabtu (12/3/2022), pemerintah Inggris melumpuhkan kartu kredit perusahaan Chelsea. Klub berjuluk The Blues itu dilaporkan sampai tidak mampu membeli kebutuhan akomodasi tim untuk laga tandang, termasuk bus tim.

Bus tim umumnya digunakan skuad The Blues untuk melakukan perjalanan dari hotel menuju stadion, baik pada laga kandang maupun tandang. Hal ini tentu mengundang pertanyaan besar karena pemerintah Inggris menjanjikan lisensi spesial kepada Chelsea agar klub berjalan sebagaimana mestinya.

Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel pun mengungkapkan keresahannya perihal situasi yang terjadi. Pria asal Jerman itu sangat berharap agar pemerintah Inggris menemukan solusi atas permasalahan yang diderita klubnya.

Baca juga:   Persmin Minahasa Siap Tempur di Putaran Nasional, Uji Coba Dengan Celebrity FC

“Ada negosiasi dan pembicaraan tentang lisensi, saya berharap kepada semua orang yang bertanggung jawab di pemerintahan agar menemukan solusi supaya kami tetap bisa melanjutkan musim ini,” ungkap Tuchel kepada The Daily Star.

Chelsea akan menjamu Newcastle United pada Minggu 13 Maret 2022. Sementara itu, biaya perjalanan ke Prancis untuk melakoni laga tandang konra Lille pada leg kedua 16 besar Liga Champions, Kamis 17 Maret 2022, tidak perlu dipusingkan karena manajemen klub sudah membayar biaya perjalanan tersebut sebelum sanksi Abramovich dijatuhkan.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.