Kaper BKKBN Sulut dan Tim Penilai Godok Pengurus Forum Genre Indonesia

oleh -13 views
Pengurus Forum Genre Indonesia Provinsi Sulut memaparkan program-program di hadapan Kaper BKKBN Sulut dan Tim Penilai di Best Western The Lagoon Hotel Manado.

MANADO-Metode baru ditampilkan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Utara sebelum melantik Forum Generasi Berencana Indonesia (FGI) Tingkat Provinsi Sulawesi Utara. 


Pada Rabu (23/02/2022), Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Ir Diano Tino Tandaju MErg bersama Tim Penilai menggodok pengurus FGI Sulut berkaitan program dan inovasi yang akan dilaksanakan selama kepengurusan periode 2022-2023 ini. 


Tak main-main, tim penilai terdiri dari Philip Regar MS (Koalisi Kependudukan Indonesia/KKI Sulut), Pdt Nico Gara MTh (Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan/Fapsedu Sulut), Dr Frederik Worang (Akademisi), dan Boyke Paparang SIP (Koalisi Muda Kependudukan Sulut).


Kaper BKKBN Sulut menuturkan, ada beberapa hal yang perlu kita sikapi bersama terkait peran generasi muda dalam rangka peningkatan SDM yang unggul dan berkualitas. 


Berdasarkan Sensus Penduduk 2020, jumlah Penduduk di Indonesia 270,20 juta jiwa. Di mana, 27,94% merupakan generasi Z (lahir tahun 1997-2012).

Baca juga:   Kampung KB Wasian Minut Masuk 10 Besar Terbaik Tingkat Nasional


Diikuti dengan generasi milenial atau generasi Y yaitu 25,87% (lahir tahun 1981-1996).


Menyikapi data yang ada, kata Tino Tandaju, bagaimana peran serta kita sebagai generasi muda yang tergabung dalam Forum Genre Indonesia Provinsi Sulawesi Utara memberikan sentuhan-sentuhan inovasi yang ramah remaja. 


Yakni memberikan kontribusi dalam rangka mengintervensi generasi z dan generasi milenial/Y bahkan nantinya generasi Post Gen Z yang berjumlah 10,88 % (lahir tahun 2013 dst).


Untuk peka dengan berbagai permasalahan remaja, dan menjadi agen perubahan bagi sesama remaja.


Lanjutnya, permasalahan remaja sangatlah kompleks mulai dari pernikahan dini sampai dengan seks bebas, kriminalitas (banyak narapidana berstatus remaja).


Dan ini merupakan bentuk nyata yang perlu penanganan komplit dan konkrit dan permasalahan lainnya yang semuanya memberikan dampak jangka panjang terhadap generasi bangsa ke depan.


Dihubungkan dengan perilaku-perilaku beresiko di atas, berbagai permasalahan barupun menanti seperti masalah Stunting.

Baca juga:   Audiensi Kaper BKKBN Sulut, Kadisdukcapil-KB dan Bupati Boltim Berlangsung Akrab 


“Sehingga kita dituntut untuk mempersiapkan generasi-generasi yang unggul, baik dari segi pendidikan maupun kesehatan, dalam rangka pencegahan stunting bagi generasi berikut,” tandas Kaper BKKBN Sulut didampingi Koordinator Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga dr Jeanny Winokan dan Sub Koordinator Bina Ketahanan Remaja Bionda Wowiling SS.


(vhp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.