Pengedar 1650 Butir Obat Trihex di Matungkas Minut Berhasil Diamankan Polisi

oleh -7 views
Pengedar Obast Keras di Matungkas Minut (Humas)

MINUT – Peredaran obat keras jenis Trihexyphenidyl yang terjadi di wilayah Matungkas, Dimembe, Januari 2022 lalu berhasil diungkap Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Minahasa Utara (Minut)

Hal tersebut diungkap Kasatresnarkoba Polres Minut Iptu Joli Bansaga didampingi Kasi Humas Iptu Ennas Firdaus, pada press conference, Selasa (22/02) pagi, di Aula Satya Haprabu Mapolres setempat.

“Modus operandinya, para pelaku memesan lalu membeli obat keras jenis Trihexyphenidyl di Kota Manado, kemudian diedarkan atau dijual kembali di wilayah Minut,” ungkap Iptu Joli.

Pengungkapan kasus berawal dari informasi masyarakat terkait adanya peredaran Trihexyphenidyl di wilayah Matungkas.

“Awalnya petugas mengamankan perempuan berinisial M saat berpesta miras di rumah temannya, pada Selasa (11/01) sekitar pukul 03.00 WITA. Petugas mendapati satu butir Trihexyphenidyl di dalam tas selempang M,” pungkasnya.

Saat itu M mengaku, obat keras tersebut merupakan sisa dari 14 butir Trihexyphenidyl yang telah diedarkannya di wilayah Matungkas sehari sebelumnya.

Baca juga:   Kronologi Penangkapan Briptu Christi di Hotel Grand Kemang, Langsung Diterbangkan ke Manado

“M mengaku mendapatkan obat keras tersebut dari lelaki A. Petugas lalu mengamankan A di rumahnya, di wilayah Airmadidi, sekitar 30 menit kemudian,” kata Iptu Joli Bansaga.

M dan A juga mengaku membeli Trihexyphenidyl dari lelaki I, di wilayah Kota Manado, melalui seorang lelaki L.

Selanjutnya pada Selasa (11/01) sekitar pukul 11.00 WITA, petugas mengamankan L, di wilayah Airmadidi. Sekitar dua jam kemudian, petugas juga mengamankan I di rumahnya, di Manado.

“Dari tangan I, petugas mendapati 1631 butir obat keras jenis Trihexyphenidyl, yang sebagian telah dijual dan diedarkan oleh M,” terang Iptu Joli Bansaga.

Dari para pelaku, petugas mengamankan total sebanyak 1650 butir obat keras jenis Trihexyphenidyl, serta empat buah handphone yang diduga digunakan untuk bertransaksi.

Para pelaku dikenakan pasal 197 dan/ atau pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja sub pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Jo pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHP.

Baca juga:   Hillary Brigitta Lasut Terkonfirmasi Positif Covid-19, Keluarga dan Kontak Erat Dikarantina

“Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 10 tahun dan paling lama 15 tahun dan/ atau denda paling banyak Rp1,5 miliar,” ujar Joli.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.