5 Perguruan Tinggi Bersama BKKBN Sulut Akselerasi Turunkan Stunting

oleh -17 views
Kaper BKKBN Sulut Ir Diano Tino Tandaju MErg (ketujuh kanan) dan Kadis Dukcapil-KB Sulut Dr Lynda Watania MM (ketujuh kiri) bersama Koordinator Bidang BKKBN Sulut serta sejumlah perwakilan Perguruan Tinggi.

MANADO-Akselerasi atau percepatan penurunan stunting dilakukan oleh Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Utara di tahun 2022 ini dengan menggandeng kampus-kampus ternama di provinsi ini. 


Dalam kegiatan bertajuk ‘Pertemuan Mitra Kerja Program Bangga Kencana di Provinsi Sulawesi Utara’ di Hotel Gran Puri Manado, Selasa (08/02/2022), ada 5 pimpinan kampus yang ikut serta. 


Di antaranya, Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Manado, Universitas Negeri Manado (UNIMA), Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Universitas Katolik (Unika) De La Salle Manado, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah. 


Hadir juga Ketua Forum Rektor Indonesia Provinsi Sulut Dr dr Alexander Bolang MKes SpKKLP, Kepala Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, dan Keluarga Berencana Sulut Dr Linda Watania MM, perwakilan Perguruan Tinggi, serta Koordinator Bidang di lingkungan Perwakilan BKKBN Sulut.


Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Utara Ir Diano Tino Tandaju MErg mengatakan, dukungan dan komitmen dari Perguruan Tinggi dan Akademisi memiliki peran sangat penting dalam upaya percepatan penurunan stunting. 

Baca juga:   Karyawan Bank Swasta Cekik Istri hingga Tewas Saat Perselingkuhannya di Facebook Terbongkar


Di mana telah menunjukkan kepedulian, partisipasi, serta kerjasama terhadap keberlanjutan mengembangkan program-program penurunan stunting. 


Demikian halnya memberikan bukti ilmiah pada saat penyuluhan lapangan, pemberian pendampingan dalam model prevalensi yang efektif. 


Juga bahan pembelajaran program penurunan stunting melalui pengedukasian kepada masyarakat. 


“Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Karena itu sangat diharapkan adanya peningkatan hubungan pengintegrasian kemitraan supaya mencapai keberhasilan,” ujar Tandaju.


Diketahui, dalam kerjasama tersebut direncanakan ada empat lokus yang menjadi sasaran penurunan stunting.
Terdiri dari Kabupaten Bolsel oleh Poltekkes Kemenkes Manado, Kabupaten Bolmong oleh Stikes Muhammadiyah, Kabupatan Minsel oleh UNIMA, serta Kota Manado oleh Unika De La Salle Manado dan UNSRAT.


(vhp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.