13 views

Viral! CPNS Tidak Lolos Seleksi Karena Payudara Besar, ini Kata BKN

oleh -13 views
Tangkapan Layar Twitter (Ist)

JAKARTA – Akibat fisiknya yang dinilai tidak sesuai, yakni memiliki payudara besar, Seorang calon pegawai negeri sipil (CPNS) dinyatakan tidak lolos seleksi.

Peserta CPNS bernama Dwiki Andoyo menjadi sorotan publik setelah menceritakan kisahnya gagal lolos CPNS karena masalah fisik.

Hal tersebut pun kemudian menjadi viral di media sosial Twitter.

Dari tangkapan layar yang ia unggah, diketahui bahwa ia berhasil mencapai nilai tertinggi dalam tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang dilaksanakan salah satu kementerian.

Kendati hasil tesnya tinggi, ia tidak lulus karena gagal di tes kesehatan umum dan jiwa. Ia kemudian mengajukan sanggah dan meminta penjelasan lebih detail terkait bagian tubuh yang membuatnya tidak lolos seleksi.

Hasil unggahan kemudian dijawab oleh kementerian tersebut dan menjelaskan bahwa salah satu penyebabnya karena kelainan payudara. Payudara Dwiki dinilai terlalu besar untuk ukuran laki-laki, dan kaki berbentuk X 10 cm.

Baca juga:   Gadis 15 Tahun Pemeran Video Open BO Rp200 Ribu, Mengaku Ketagihan Seks, Bisa Berhubungan Badan Dengan 5 Pria Berbeda

Mengenai kementerian mana yang Dwiki lamar, Satya mengaku tidak mengetahuinya.

“Bisa ditanyakan ke yang mengunggah status tersebut. Ketiga instansi tersebut di atas ialah contoh yang mensyaratkan kebugaran jasmani,” ujarnya.melansir cnnindonesia.com

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menjelaskan, beberapa instansi memang mensyaratkan kebugaran jasmani sebagai poin penting dalam seleksi CPNS.

Contohnya yakni Kementerian Pertahanan, Kementerian Hukum dan HAM, serta Badan Keamanan Laut (Bakamla).

“Ketiga instansi tersebut mensyaratkan kebugaran jasmani, termasuk postur tubuh. Hal ini dikarenakan,instansi-instansi ini akan melaksanakan pelatihan dasar yang membutuhkan kebugaran jasmani, termasuk postur tubuh yang mendukung,” ungkap Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerjasama BKN, Satya Pratama, Rabu (2/2/2022).

Satya mengatakan, di Kemenhan ada pelatihan dasar dan program bela negara. Sementara, di Kemenkumham untuk Petugas Lapas ada pelatihan kesamaptaan, dan di Bakamla ada pelatihan dasar militer yang dilaksanakan bekerja sama dengan TNI AL.

Baca juga:   Gak Tahu Aldebaran dan Andin, Ibu ini Dikucilkan Teman Kantor dan Ibu-ibu Komplek.

“Semuanya dilakukan agar PNS yang direkrut mendapatkan kompetensi dasar untuk melaksanakan tugas dan fungsi yang melekat di instansi masing-masing,” pungkasnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.