30 views

Ketua Sinode Ajak Warga GMIM Miliki Banyak Anak

oleh -30 views
Ketua Badan Pekerja Sinode (BPS) Pdt. DR Hein Arina, MTh (istimewa)

BITUNG – Ketua Badan Pekerja Sinode (BPS) Pdt. DR Hein Arina, MTh menegaskan, Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) memfokuskan orientasi pelayanan ramah anak di semua aras.

Arina mengungkapkan, semua program jemaat, rayon, wilayah hingga sinode, membuat program ramah anak dengan kurikulum dan bahan ajaran serta metode yang ramah anak.

“Program ramah anak ini harus didukung dengan budgeting dan semua pengasuh sekolah minggu harus memiliki kesetiaan dalam membentuk karakter anak,” kata Arina, saat memimpin peneguhan pelayan khusus di GMIM Jemaat Pniel Tuna Wawonasa, Minggu (12/12) dilansir dari manadohits.com

Dalam mendukung program tersebut, Arina mengajak warga GMIM untuk memiliki banyak anak dalam kehidupan berkeluarga.

“Jangan berhenti ditiga anak, kalau bisa setiap keluarga GMIM memiliki 7 orang anak sehingga GMIM akan semakin bertumbuh dari segi kuantitas,” tegas Arina.

Dalam beberapa tahun terakhir GMIM terus membangun infrastruktur penunjang untuk pelayanan ramah anak seperti sekolah untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Dasar diberbagai jemaat.

Baca juga:   Perempuan Muslim Turut Menyalakan Lilin Saat Ibadah Menyabut Natal di Manado

“20 tahun depan, infrastruktur yang dibangun ini akan sia-sia jika keluarga GMIM tidak memiliki anak sebagai generasi penerus,” katanya.

Para pelayaan khusus Penatua dan Djaken dalam memberikan materi khotbah dan katekisasi harus memberikan perhatian khusus terhadap pembentukan karakter anak bukan hanya tentang dokmatis, doktrinal, teologis dan pelayanan mengenai aspek kelembagaan.

Para pelayan GMIM harus mampu menciptakan dan membentuk generasi muda GMIM pintar, rajin, bisa membedakan mana yang tidak bisa dilakukan dan mana yang bisa dilakukan serta mencintai GMIM dan tidak akan meninggalkan GMIM untuk alasan apapun juga.

“Pengajaran soal dokmatis, doktrinal, teologis itu penting dan harus dilakukan dalam pengajaran GMIM, namun dalam semua khotbah dan katekisasi kita juga harus memberikan ruang untuk pembentukan karakter anak sehingga tercipta generasi GMIM yang selalu mecintai GMIM,” ujar Arina.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.