4 views

Tips Menjaga Kesehatan Mental Remaja Dimasa Pandemi Covid 19

oleh -4 views

Oleh:
Immanuela Meyta Mey-Mey Katuhe

PANDEMI COVID-19 telah memengaruhi hampir setiap aspek dalam kehidupan, termasuk aktivitas harian masyarakat, terutama kelompok anak dan remaja.

Bagaimana tidak, penerapan physical distancing dan penutupan sekolah membuat mereka tidak dapat beraktivitas normal.

Jika normalnya mereka lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman dan aktivitas di sekolah, kini terpaksa berada di rumah dalam waktu yang tidak ditentukan.

Awalnya mungkin beberapa remaja merasa hal ini adalah kesempatan mereka untuk berlibur. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, dampak pandemi ternyata berpengaruh terhadap mental remaja.

Dilansir dari NYU Langone Health, kebanyakan remaja terlihat murung, sedih, atau kecewa ketika menjalani karantina di rumah selama pandemi COVID-19.

Pasalnya, beberapa dari remaja ini mungkin melewatkan momen-momen yang mereka
tunggu, seperti menonton pentas seni sekolah atau sekadar bertemu dengan teman.
Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang merasa cemas dan bertanya-tanya kapan pandemi ini
akan berakhir dan semuanya kembali normal. Walaupun beberapa remaja mengisi kekosongan dan kecemasan mereka dengan bermain ponsel atau media sosial, ternyata hal tersebut tidaklah cukup.

Menurut dr. Aleta G. Angelosante, PhD, asisten profesor departemen Psikiatri Anak dan Remaja di NYU Langone Health, ada beberapa faktor yang mendasari hal ini. Rasa sedih dan kecewa yang dialami oleh remaja selama pandemi ini adalah hal yang wajar dan normal. Media sosial dan permainan di ponsel mereka tidak dapat menggantikan
interaksi sosial di sekolah mulai dari mengobrol di kelas, menertawakan sesuatu yang lucu saat pelajaran, hingga mendengar semua percakapan yang terjadi di sekitar mereka.

Sementara itu, dampak pandemi terhadap kesehatan mental remaja yang termasuk kategori keluarga kurang mampu dan berada dalam etnis minoritas ternyata cukup besar. Mereka
mungkin kekurangan sumber daya untuk melanjutkan sekolah dari rumah, seperti akses
internet.

Selain itu, remaja di kelompok ini mungkin harus memikirkan nasib keluarganya karena pandemi ini membuat mereka kehilangan sumber pendapatan. Maka itu, orang tua dan masyarakat sekitar perlu memberi perhatian khusus pada masalah ini.

Ada beberapa tips yang dapat dilakukan agar menjaga kesehatan mental remaja dimasa pandemi covid-19, seperti;

  1. Olahraga teratur.
    Dengan melakukan olahraga teratur akan memberikan dampak yang baik bagi tubuh dan
    pikiran.
  2. Memiliki orang yang dapat dipercaya.
    Tujuannya untuk bercerita atau mengeluarkan keluh kesah. Jika tidak memiliki orang yang
    dianggap dapat dipercaya untuk mencurahkan isi hati dapat menggunakan bantuan profesional seperti psikolog.
  3. Bersyukur.
    Harus disadari mau tidak mau, saat ini kita memang dalam kondisi pandemi COVID-19.
    Jangan mengeluh, namun tetaplah bersyukur karena kita masih diberikan kesempatan untuk menjalani kehidupan.
    “Semakin banyak mengeluh maka akan semakin depresi,”
  4. Komunikasi yang baik
  5. Meluangkan waktu istirahat
    Dengan adanya sistem Work From Home (WFH) atau kerja dari rumah tidak dapat dipungkiri jam kerja menjadi tidak teratur.
    Banyak yang harus bekerja hingga malam.
  6. Pola makan yang baik
    Selain lima kiat di atas, untuk menjaga imun agar tetap sehat di masa pandemi juga harus memperhatikan pola makan yang baik dan benar. Konsumsi buah dan sayur serta hindari makanan cepat saji.
  7. Vitamin
    Terakhir, lengkapi asupan dan gizi dengan mengonsumsi vitamin sesuai kebutuhan masing-masing individu.

(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.