5 Pelaku Pengaturan Skor Liga 3 Dihukum Komdis PSSI

oleh

BITUNG – 5 orang yang terlibat dalam pengaturan skor di Liga 3 zona Jatim dijatuhi sanksi berat oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Kelima orang tersebut adalah Yopy Perwira Nusa dan Ferry Afrianto, Juga ada dua pilar Gresik Putra, Andy Cahya dan Hendra Putra Satria, serta seorang kitman bernama Desly Galang Ramadani.

Yopy Perwira Nusa adalah seorang pria asal Surabaya yang melakukan percobaan suap di laga antara NZR Sumbersari dengan Gresik Putra FC yang berlangsung pada 12 November 2021.

Dia berusaha memberi imbalan uang sejumlah Rp70 juta hingga Rp100 juta agar Gresik Putra mengalah kepada NZR Sumbersari.

Tindakan Yopy itu dilakukan untuk keperluan taruhan judi bola online.

Atas tindakannya tersebut, Komdis PSSI Jatim menjatuhi Yopy denda sebesar Rp100 juta. Dia juga dihukum dengan larangan beraktivitas di sepak bola selama 10 tahun.

Yopy dianggap melanggar pasal 64 ayat 1 Kode Disiplin PSSI dan taruhan sebagaimana dimaksud dalam pasal 65 ayat (1) Kode Disiplin PSSI.

Yopy Perwira mengaku mendapatkan perintah dari David dan Billy. David berasal dari Jakarta sedangkan Billy berasal dari Denpasar, Bali.

Karena David dan Billy bukan dari lingkup sepak bola, Komdis PSSI tidak bisa menerapkan kode disiplin kepada keduanya

“Kami telah melakukan sidang yang disertai alat bukti, rekaman percakapan, dan rekaman chat,” kata Samiadji Makin Rahmat, Ketua Komdis PSSI Jatim, Jumat (19/11/2021) dilansir dari bolasport.com

Sementara tiga eks anggota Gresik Putra, Andy Cahya, Hendra Putra Satria, dan Desly Galang Ramadani, mendapatkan hukuman larangan beraktivitas sepak bola selama 12 bulan dengan masa percobaan 24 bulan.

Andy Cahya, Hendra Putra Satria, dan Desky Galang Ramadani terbukti bersalah melakukan percobaan pelanggaran pasal 64 ayat (1) dan pasal 65 ayat (1) kode disiplin PSSI.

Adapun Ferry Afrianto, yang disebut eks pemain Persela, dihukum lima tahun larangan beraktivitas di sepak bola dan denda Rp50 juta.

Mereka berempat mencoba melakukan perbuatan penyuapan dalam pertandingan Gresik Putra versus Persema Malang.

Mereka dihubungi oleh orang yang mengaku bernama Anshori agar mau mengalah saat menghadapi Persema Malang.

Khusus untuk Bambang Suryo, David, Billy, dan Anshori, yang juga diduga terlibat dalam perkara suap ini, Komdis PSSI menyerahkannya ke Kepolisian.

Pasalnya, mereka bukan bagian dari football family, bahkan Bambang Suryo sudah dijatuhi larangan berkecimpung di sepak bola selama seumur hidup oleh PSSI Jatim pada 2018.

Hal ini tertuang dalam surat keputusan nomor 024/L3/SK/KD-PSSI/XII/2018.

Bambang Suryo merupakan eks runner yang belum lama ini muncul lagi di sebuah acara televisi Mata Najwa yang tayang pada 3 November 2021.

Dalam acara tersebut, Bambang Suryo mengungkapkan bahwa praktik pengaturan skor belum hilang, bahkan disebut ada dugaaan match fixing di Liga 1 2021.

Meski sudah dihukum seumur hidup, Bambang Suryo bersama David, Billy, dan Anshori tetap dilaporkan Komdis PSSI Jatim ke Polda Jatim.

“Bambang Suryo telah dihukum seumur hidup oleh PSSI pada 2018 sehingga ia tidak dapat kita sentuh sebab bukan dari football family. Jadi, kami serahkan sepenuhnya ke Kepolisian,” terang Makin. (GIW)

Baca juga:   Saksi Kunci Pengaturan Skor Liga 3 Jadi Korban Tabrak Lari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.