Walikota Tomohon dan Bupati Minsel Terima Penghargaan, Capaian Terbaik Pendataan Keluarga 2021

oleh

MANADO-Walikota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk SH dan Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar SH mendapat penghargaan terbaik dalam pelaksanaan Pendataan Keluarga Tahun 2021.


Penghargaan diserahkan Gubernur Sulawesi Utara diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra saat Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Kemitraan Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (2/11/2021), di Ballroom Hotel Peninsula Manado.

Bupati Minsel Franky Wongkar (kanan) menerima penghargaan yang diserahkan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sulut Denny Mangala dan Kaper BKKBN Sulut Diano Tino Tandaju.


Dijelaskan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut Ir Diano Tino Tandaju MErg, penghargaan ini adalah bentuk apresiasi setinggi-tingginya terhadap pemerintah daerah atas dukungan penuh demi suksesnya Pendataan Keluarga 2021.


“Bahkan Kabupaten Minsel dan Kota Tomohon dinobatkan yang terbaik atas capaian 100 persen sesuai target yang ditetapkan,” sebut Kaper BKKBN Sulut. 

Perwakilan Walikota Tomohon ketika menerima penghargaan.


Lanjutnya, PK21 yang diprogramkan BKKBN ini telah dilaksanakan pada 1 April – 31 Mei 2021. “PK21 dimaksudkan sebagai dasar bagi pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan peningkatan dan pemerataan pembangunan,” tutur Tandaju. 

Baca juga:   7 Juli, Presiden Jokowi Diundang Aktivis 98 Hadiri Rembuk Nasional di Monas


PK21 menjadi sesuatu yang penting bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah (Pemda) dalam menyediakan basis data keluarga. 


Tujuannya untuk intervensi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana (Bangga Kencana), dan program pembangunan lainnya yang dilakukan serentak setiap lima tahun sekali.


Sasaran PK2 adalah keluarga yang terdiri dari suami, istri, dan anak, atau orang tua tunggal beserta anaknya.


Juga keluarga khusus atau mereka yang tak sesuai definisi keluarga dalam UU Nomor 52 Tahun 2009, tapi memiliki hubungan kekerabatan. Misalnya, keluarga yang terdiri atas kakak-adik tanpa orang tua, atau kakek/nenek bersama cucunya, atau yang berstatus seorang diri.(vhp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.