Tergiur ‘Daging Mentah’, Seorang Pelaut Jadi Korban Pencurian di Bitung

oleh

BITUNG – Seorang pelaut berinisial DN (27) akhirnya menjadi korban pencurian setelah dirinya tergiur godaan ‘daging mentah’ di Bitung, Provinsi Sulawesi Utara.

DN terpaksa harus kehilangan dompet, handpone dan sepeda motornya setelah ia dijerat oleh komplotan pencuri dengan modus prostitusi online.

Dari keterangan yang dihimpun Kamis (7/10), komplotan pencuri ini menjerat korbannya melalui prostitusi online.

Ketika korban terjerat dan melakukan hubungan mantap-mantap dengan salah satu pelaku, hingga tertidur mereka pun beraksi dengan mencuri sepeda motor maupun handpone korban.

Kapolres Bitung AKBP Alam Kusuma S. Irawan, SH, SIK, MH melalui Kasubag Humas AKP Hermanses Katiandagho dalam keterangannya mengatakan, ada empat orang yang terlibat dalam operasi pencurian bermodus Wikwik tersebut namun satu masih didalami perannya hingga baru tiga yang ditetapkan tersangka.

“Masing-masing pelaku adalah satu perempuan dan AM (17) serta dua laki-laki RW (19) dan AT (22). Modus para pelaku menjerat korban dengan prostitusi,” ujarnya.

Katiandagho pada kesempatan itu mengatakan kejadian tersebut terjadi Kamis (30/9) dimana korban DN (27) menghubungi salah satu pelaku AM (17) melalui aplikasi Michat.

“Kemudian keduanya sepakat untuk bertemu di salah satu hotel di Aertembaga untuk melakukan mantap-mantap. Setelah korban kelelahan usai bergelut, ia pun tertidur, dimana situasi itu dimanfaatkan oleh pelaku AM (17) untuk menggasak dompet, HP serta kunci motor yang ada diatas meja,” ujarnya

Kemudian lanjut dia, AM pun langsung memanggil teman wanitanya AAL (17) yang sudah siaga diluar serta menghubungi kekasihnya RW yang saat itu sudah bersiaga diluar dan langsung membawa kabur sepeda motor serta barang milik korban ke Manado.

“Polisi kemudian bergerak cepat saat menerima laporan dan berhasil mengamankan empat sejoli tersebut Selasa (5/10) di lokasi berbeda,” terang dia.

Dimana bebernya AT dan kekasihnya AM diamankan di Kos-kosan yang ada di Jalan Sea, Malalayang sedangkan RW dan pacarnya AAL diamankan di Kecamatan Mapanget

“Saat ditahan petugas juga berhadil menyita sejumlah barang bukti sepeda motor, dua unit HP dan satu dompet milik korban,” jelasnya.

Ia mengatakan saat ini keempat pelaku telah ditahan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Para pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke-4 dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara dan sub 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun,” tandasnya. (GIW)

Baca juga:   Tak Terima Video Kecurangan di Pilkada Diviralkan, Oknum Anggota DPRD Sulut Poliskan Warga Apela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.