Kian Mengerucut Menuju Penetapan Tersangka, Tipikor Polres Sangihe Periksa Sejumlah Camat Terkait Internet Desa

oleh
Kasat Reskrim Polres Sangihe Iptu Kieffer FD Malonda SIK.

TAHUNA – Penetapan tersangka terkait dengan kasus dugaan korupsi internet desa Tahun Anggaran 2019 kian mengerucut. Perlahan dan pasti upaya penyidikan kasus dugaan korupsi dengan badrol sekira Rp 6,06 Miliar terus ditingkatkan oleh pihak penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Sangihe.

Kapolres Sangihe AKBP Tony Budhi Susetyo SIK melalui Kasat Reskrim IPTU Kieffer FD Malonda STrK ketika dihubungi awak media, Rabu (06/10/2021) menyatakan bahwa saat ini pemeriksaan terus dilanjutkan.

“Setelah memanggil satu persatu 101 Kapitalaung se-Sangihe yang turut dalam pengadaan internet desa TA 2019, kini penyidik sudah memanggil sejumlah Camat dan dan Kasie PMK Kecamatan yang terkait internet desa untuk dimintai keterangan terkait penyidikan”, ujar Malonda.

Disinggung pimpinan kecamatan mana saja yang telah dipanggil, Kasat Reskrim low profile tersebut menyebutkan sesuai dengan data dari Kanit Tipikor Polres Sangihe IPDA Rofly Saribatian SH menyebutkan sejumlah Camat telah dipanggil.

Baca juga:   Polisi Bekuk Napi di Lapas Kelas IIA Manado, Penerima Sabu Dikirim dari Makassar

“Diantaranya Camat Tabukan Selatan, Camat Tabukan Tengah, Camat Tamako, Camat Manganitu dan Camat Kendahe sekaligus masing-masing dengan Kepala Seksi PMK-nya”, jelas Malonda.

Bahkan Malonda meminta dukungan masyarakat untuk penuntasan kasus dugaan korupsi internet desa ini.

“Menjadi harapan bersama bahwa dalam waktu dekat atau paling lambat akhir tahun 2021 ini sudah ada penetapan tersangka”, imbuh Malonda.

Penuntasan kasus dugaan korupsi internet desa ini sangat diharapkan oleh masyarakat Sangihe sebab selain nilai dugaan korupsi yang mencapai sekira Rp 6.06 Miliar, diduga juga melibatkan sejumlah pihak dan bisa dikata korupsi berjamaah.

(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.