Langgar SE Satgas Covid-19 Mitra, Alfamidi Wawali Disegel

oleh
Penyegelab terhadap Alfamidi Wawali Mitra, karena pelanggaran terhadap Surat Edaran Satgas Covid-19 Mitra.

MITRA– Pelanggaran terhadap Surat Edaran Satgas Covid-19 Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), nomor 130/SATGAS/COVID-2021, tentang antisipasi peningkatan kasus Corona Virus Diseasse (Covid-19), berakibat penutupan tempat usaha.

Hal ini dialami retail Alfa midi Kelurahan Wawali, yang terindikasi tidak mengindahkan surat edaran tersebut, Selasa (5/10/2021).

Menurut Camat Ratahan Arce Kalalo, SH saat ditemui sejumlah awak media mengatakan, terkait retail Alfamidi disegel karena tidak mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes).

“Berdasarkan surat edaran nomor 130 terkait pemberlakuan jam operasional terkait toko, swalayan termasuk didalamnya retail. Disini ada kekhususan. Dimana retail Alfamidi, Alfamart dan Indomaret itu, dikembalikan kepada jam operasionalnya. Sebagaimana permohonan ijin,” ujar Kalalo.

Ditambahkan Camat Arce Kalalo, semua retail yang beraktifitas sampai malam tersebut sesuai aturan harus mematuhi protokol kesehatan.

“Terkait dengan retail Alfamidi di Kelurahan Wawali, sekitar jam 09.00 malam. Kedapatan salah satu karyawan di tempat ini tidak mengunakan masker,” pungkas Camat.

Baca juga:   Ke Jajaran ASN Mitra, Rolos Ingatkan Surat Edaran Gubernur Sulut

Lebih lanjut iapun menjelaskan, setelah dianalisa dan berkoordinasi dengan Satgas Kabupaten. Ada langkah yang harus diambil, maka saat ini kami melakukan penyegelan.

“Diadakan penutupan sementara diakibatkan karena tidak ketaatan, pelanggaran, sehingga diberikan sanksi seperti ini,” tuturnya.

Iapun menambahkan, ini juga menjadi warning bagi para pelaku usaha dalam hal ini retail yang lain.

“Wajib hukumnya untuk memberlakukan protokol kesehatan dalam melakukan tugas usaha setiap hari, baik karyawan, pekerja, ataupun para pengunjung,” tutup Kalalo.

Terpisah, Koordinator Alfamidi Wilayah Ratahan Budi Prihatin menjelaskan, langkah selanjutnya yang akan diambil pihak Alfamidi akan berkoordinasi agar bagaimana sebisa mungkin bisa dibuka kembali.

“Ini juga merupakan salah satu pelajaran buat tim yang ada di lapangan agar selalu menjalankan tugas dengan protokol kesehatan,” tutur Prihatin.

Lebih lanjut Prihatin mengakuinya, bahwa karyawannya tidak memakai masker. Karena karyawan tersebut memiliki luka dimukanya akibat jatuh, jadi disaat dia menjalankan tugas tidak memakai masker karena kesakitan.

Baca juga:   Wakili Bupati James Sumendap, Sekda Robby Ngongoloy Buka Rangkaian HUT ke-12 Kabupaten Mitra

“Kemarin karyawan ini baru habis dari celaka, dan dagunya luka makanya kalau dia ini memakai masker luka lengket ke masker tersebut. Kalaupun ia lepas masker juga ia sangat kesakitan,” ucap Prihatin didampingi karyawan tersebut.

(Budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.