Jalan Tol Diduga Serobot Lahan Warga Bitung

oleh

BITUNG – Proses pembebasan lahan untuk pembangunan Proyek Nasional Jalan Tol Manado – Bitung yang melewati Kelurahan Kakenturan I, Kecamatan Maesa, diduga dimainkan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Hendra Tatoda, salah satu ahli waris lahan milik, Naftali Panggili, mengungkap kejanggalan dari surat-surat tanah yang diterbitkan pemerintah setempat.

Menurut Hendra, lahan dengan ukuran 120×220 tersebut memiliki surat Keterangan Hak Milik, yang diterbitkan tanggal 21 Februari 1972, Hukum Tua Bitung Timur, Y.H. Sigarlaki dan terdaftar dalam register tanah Bitung Timur, nomor 5, Filio 94 dan bukti gambar tanah 21 Februari 1972 yang ditandatangani pengukur tahan, M.Tangkudung.

“Sekarang ini sementara berproses banding di Pengadilan Tinggi Manado, ini lahan milik keluarga kami, tapi lahan ini sudah dibebaskan dan sudah dibayarkan, ini permainan mafia tanah, sampai hari ini kami tidak terima apa-apa,”ungkap Handra, sambal menambahkan, pihaknya akan terus menuntut sampai titik darah penghabisan.

“Kami akan buktikan siapa pemilik lahan sebenarnya, kami punya bukti yang kuat, coba PPK Jalan Tol buktikan surat yang sah, pasti tidak ada, karena bukti-bukti kepemilikan masih ada, karena itu kami dirikan tenda dan plang peringatan, bahwa lahan tersebut belum ada ganti untung dati PPK Jalan Tol,”ungkapnya, Senin (20/9/2021).

Lanjut dia, tak hanya proses persidangan atas gugatan tersebut, tapi juga melalui pengacaranya, Reza Sofian yang juga anggota JPKP Sulut, telah melaporkan hal ini kepada Presiden RI, Joko Widodo melalui Kantor Staf Presiden untuk ditindak lanjuti. (Yappi)

Baca juga:   Astaga! 15 Kelurahan di Bitung Zona Merah, Ini Daftarnya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.