Antisipasi Penghijauan Pasca Tambang, PT TMS Siapkan Ribuan Bibit Pohon Untuk Ditanam

oleh
Konsultan Lingkungan PT TMS Ir Kasmo (memakai helm putih) di lokasi pembibitan tanaman untuk penanggulangan dampak lingkungan pasca penambangan.

TAHUNA -Pihak Management PT Tambang Mas Sangihe ( TMS) saat ini sudah mulai menyiapkan beragam jenis bibit tanaman yang bakal ditambang penghijauan pasca penambangan. Hal ini dilakukan PT TMS dalam upaya untuk merekonstruksi lagi lingkungan pasca penambangan nanti.

Konsultan Lingkungan PT TMS, Ir Kasmo kepada sejumlah awak media menyatakan dari
beragam jenis bibit pohon yang disediakan jumlah totalnya saat ini sudah mencapai 2400 bibit pohon dan ada juga bibit tanaman rambat atau tanaman penutup tanah yang di peruntukan untuk pengendalian dari erosi tanah pasca tambang sebanyak 432 kantong plastik ( polybag). Semua jenis tanaman ini pada prinsipnya masuk kategori tanaman perintis ( tanaman pioner) karena peruntukkannya sebagai pengendali unsur hara tanah dan sejumlah jenis pohon lainnya sangat baik untuk mengurangi unsur erosi tanah pada masa pasca penambangan dan jumlah bibit pohon atau volumenya masih terus di perbanyak.

Baca juga:   Program Rumah Kita Di Sangihe Salah Sasaran

“Pihak kami dalam hal ini PT TMS juga melakukan beberapa strategi di lapangan karena melihat dari kondisi geografis , disini terdiri dari perbukitan dan gunung maka dilakukan sisi pendekatan alternatif kearah penanganan lingkungan paling tidaknya kehadiran TMS akan membawa dampak bagi lingkungan di sekitarnya tapi dengan berbagai upaya ini kami akan berusaha meminimalkan dampak yang akan terjadi sesuai pendekatan pendekatan pola lingkungan hidup” ujar Kasmo.

Disisi lain juga Kasmo mengajak semua masyarakat kiranya secara bersama-sama menjaga lingkungan tanah dan air supaya kita dapat menjaga alam kita sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

“Kami mengajak elemen masyarakat yang tanahnya nanti masuk dalam wilayah operasi TMS agar secara bersama-sama kita jaga tanah dan air karena yang namanya lingkungan hidup menjadi tanggungjawab kita bersama, supaya kehadiran PT TMS akan dapat membawa kemajuan yang positif bagi masyarakat Sangihe”, jelas Kasmo sambil menambahkan
bahwa tidak benar apa yang di kabarkan oleh pihak/kelompok tertentu jika PT TMS beroperasi nanti maka hutan dan tanah akan rusak, sumber air akan terganggu. Pada prinsipnya dalam kegiatan pengolahan dan pemantauan lingkungan PT TMS akan di kontrol oleh peraturan perundang-undangan. Dan setiap kegiatan mempunyai standar terutama dalam kegiatan pengolahan dan pemantauan lingkungan dari pemerintah.
Areal pembibitan tanaman ini sendiri berada di halaman belakang Basecamp PT TMS yang terletak di Kampung Bentung Kecamatan Tabukan Selatan. Dimana beragam jenis bibit pohon diantaranya bibit pohon Sengon, bibit pohon ketwpang, pohon Dingkalreng, pohon bakau dan bahkan pohon Rumbia juga disiapkan.

Baca juga:   Disperindag Sangihe Gelar Pasar Murah, Gaghana: Ruang Bagi Masyarakat Kurang Mampu

(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.