MPR-RI Gandeng Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia Sosialisasi di Manado

oleh
Anggota Badan Sosialisasi MPR-RI Ir Stefanus BAN Liow MAP (kiri) memaparkan materi sosialisasi.

MANADO-Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menggandeng dengan DPP Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) dan DPD PIKI Sulawesi Utara, menyosialisasikan Empat Pilar MPR RI di GMIM Bethesda Manado, Jumat (23/7).


Di kesempatan itu, Anggota Badan Sosialisasi MPR RI Ir Stefanus BAN Liow MAP menjadi pembicara utama kegiatan bertajuk ‘Diskursus Pokok-pokok Haluan Negara dalam Amandemen UUD NKRI Tahun 1945’.


Dalam pemaparannya, SBANL menjelaskan tentang Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.


Begitu juga kaitan Ketetapan MPR RI sebagai produk peraturan perundang-undangan yang diatur dalam undang-undang.

Suasana diskusi yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19.


SBANL yang adalah Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan Sulawesi Utara ini berharap, sosialisasi Empat Pilar ini akan memberi pemahaman nilai-nilai jati diri bangsa, untuk terus memperkuat komitmen kebangsaan dalam kehidupan masyarakat.

Baca juga:   Komitmen Dukung SPIP, BKKBN Sulut Tingkatkan Sistem Pengendalian Manajemen


Narasumber lainnya yaitu Dr Ferry Daud Liando selaku Dosen Kepemiluan Fisip Unsrat, Sekretaris DPD PIKI Sulut Dr Goinpeace Tumbel MAP MSi yang juga akademisi Unima.


Kegiatan ini dimoderatori oleh Winzi Kuhu SIP M.Ipol dan Dr Hanzel Mamuaya SH MH. 
Hadir juga Dr Ir Yongker Baali, Dr Donald Monintja, Dr Oldy Monintja dan Dr Grace Waleleng.


Semakin dinamis kegiatan sosialisasi ini dengan adanya tanggapan dan pertanyaan oleh peserta. Disampaikan Ir Alex Binilang MT, Hendry Rumengan SH, serta Ir Wenny Pantouw MSi.


Menyikapi masa pandemi, kegiatan sosialisasi dan focus group discussion (FGD) tersebut menerapkan protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19.


Setiap peserta dan narasumber wajib memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. 
Diikuti ratusan peserta yang dibagi dalam dua sesi. Pada pukul 10.00-12.00 Wita dilaksanakan sesi pertama. Kemudian sesi kedua pukul 14.00-16.30 Wita.(vhp)

Baca juga:   Semangat Kerukunan di Sulut Tetap Menyala di Tahun Baru 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.