Oknum ASN Bitung Diduga Terlibat Skandal Galian C Ilegal, Bantah dan Beri klarifikasi

oleh

BITUNG – Nama Ferdy Pngalila alias Epang, ASN yang juga penggiat lingkungan terseret dalam skandal galian C ilegal di Kota Bitung.

Hal ini sangat menggemparkan masyarakat, pasalnya Epang yang selama ini diketahui adalah salah satu penggagas sekolah lingkungan juga merupakan orang yang sangat peduli terhadap kelestarian ekosistem, disebut telah sengaja membiarkan lahannya yang berada di Kelurahan Pinokalan, di garap oleh penambang pasir.

Epang pun dengan tegas membantah hal tersebut, dalam keterangannya pada Rabu 21 juli 2021.

Ia menjelaskan, dirinta tak mengetahui jika lahan milik keluarganya itu digunakan sebagai lokasi galian C ‘Ilegal’


“Saya juga baru tau itu galian ketika sudah beroperasi dan saya langsung menegur kakanya yang merupakan pemilik lahan tersebut, sehingga sudah langsung ditutup,” ujarnya.

Oknum ASN yang merangkap sebagai wartawan itu juga mengatakan apa yang dituding oleh pengusaha pasir itu tidak benar, sebab lahan itu bukan miliknya.

“Karena itu tanah warisan keluarga yang pembagiannya jatuh ditangan kakak saya, sehingga sudah jelas bukan milik saya,” ungkapnya.

Sebelumnya, salah seorang pengusaha pasir bernama Buang, mengatakan koordinat lokasi eksplorasi yang saat ini dikerjakannya ada di tiga lokasi berbeda, yaitu di Kelurahan Tandeki, Kumersot dan Pinokalan itu adalah lahan milik temannya yang bernama Epang alias Ferdy Pangalila.

“Namun karena akses masuk dari Tandeki sudah ditutup, maka saya sudah tidak menambang disitu, begitupun di Kelurahan Pinokalan, karena pasirnya sudah habis jadi sudah tidak ada aktivitas dilahan milik Epang,” ungkapnya.

Saat ini lanjut dia, dirinya hanya mengandalkan pasir sisa eksplorasi dari Kelurahan Kumersot untuk dijual.

“Untuk izin eksplorasi milik saya itu berada di Kelurahan Apela dan sekitarnya, untuk di Pinokalan itu berdasarkan RT/RW lokasi eksplorasi pasir yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Sementara Kepala DLH Bitung, Sadat Minabari mengatakan, memang saat ini hanya ada dua galian C yang mengantongi izin lingkungan dari DLH.

“Hal tersebut mengacu sesuai dokumen yang turun dari Kementerian ESDM dan Dinas ESDM Sulut, sehingga kita mengeluarkan izin lingkungan, dan jika melihat titik koordinatnya, itu hanya berada di Kelurahan Apela,” tandasnya. (***)

Baca juga:   Astaga Calon Istri Tengah Hamil, Lelaki Bitung Ini Justru Kepergok Mesra Dengan Pria Lain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.