Hearing PAW Batal Terlaksana, Taramen: Diduga Ada Intervensi Dari DPD dan DPW Nasdem

oleh
Maria Taramen dan Denny Lolong.

MINUT– Polemik soal Pergantian Antar Waktu (PAW) atas posisi Shintia Gelly Rumempe (SGR) dari Partai Nasdem, sampai saat ini kian membingungkan dan kian menjadi tanya besar kepastiannya.

Koalisi Masyarakat Minut yang sempat mempertanyakan soal Proses PAW ini, telah dijanjikan oleh Fraksi Nasdem DPRD Minut akan ditinjaklanjuti pada Senin 19 Juli 2021 hari ini lewat agenda rapat dengar pendapat atau hearing dengan melibatkan DPP dan DPW Nasdem serta KPU Minut, namun agenda yang telah dijanjikan tersebut nampaknya gagal terlaksana.

Menurut Korlap Koalisi Masyarakat Minut, Maria Taramen mengatakan, diduga agenda hearing tersebut batal karena ada intervensi atau campur tangan dari DPP dan DPW Nasdem.

“Agendanya batal dibahas hari ini. Dugaan saya, karena ada campur tangan dari DPP dan DPW Nasdem. Saya berharap, masalah PAW ini jangan sampai berlarut-larut,” ujar Taramen kepada wartawan.

Baca juga:   Bahas Soal Pembebasan Lahan, 4 Camat dan 17 Kumtua di Minut Ikut Rapat Dengan PLN

Dirinya pun ikut mempertanyakan janji dari Ketua Fraksi Nasdem DPRD Minut Meydi Kumaseh yang mengagendakan rapat dengar pendapat pada hari ini, ternyata tidak dilaksanakan.

“Saya sangat kecewa karena bisanya sekelas DPRD tidak menepati janji. Bahkan pintu ruang rapat pun dipalang dengan kayu,” tambahnya.

Hal senada juga dilontarkan Arpan Podomi, salah satu warga Minut yang menuntut janji Fraksi Nasdem yang tidak jadi melaksanakan hearing terkait PAW dari SGR. Bahkan dirinya juga menduga penundaan hearing ini karena adanya campur tangan dari DPP dan DPW Nasdem.

“Saya sangat kecewa dengan Partai Nasdem yang sampai saat ini belum melantik Jafar Efendi Moha menggantikan SGR,” jelasnya.

Menurut Podomi, pelantikan Efendi Moha sudah sesuai hukum dan aturan yang berlaku. Dan jika hal ini dibiarkan berlangsung lama, maka akan membuat kerugian besar bagi Partai Nasdem.

“Pelantikan Efendi Moha untuk menggantikan SGR sudah sesuai hukum dan aturan yang berlaku, namun kenapa sampai saat ini, proses PAW belum dilakukan? Logika saya mengatakan pasti ada hal yang disembunyikan dari masyarakat, karena ada 1 kursi dari Fraksi Nasdem sudah 8 bulan tidak ditempati alias kosong. Dengan adanya kursi kosong tersebuyt, akan menjadi kerugian besar bagi masyarakat Minut, karena aspirasi warga tidak bisa diperjuangkan,” katanya.

Baca juga:   Waspada Tembakau Gorila dan Bunga Terompet, Efek Seperti Narkoba

Sementara itu, Ketua DPRD Minut, Denny Lolong mengatakan jika permasalahan SK PAW itu merupakan hak partai sehingga tidak ada kaitannya dengan lembaga DPRD. Namun meskipun demikian, DPRD Minut akan segera menyurat ke DPP Nasdem untuk mempertanyakan soal pergantian anggota dari Fraksi Nasdem.

“Itu masalah internal partai. Kalau pertanyakan soal SK PAW, silakan ke DPP atau DPW Nasdem. Nanti dari DPRD Minut juga akan ikut menyurat soal hal ini,” singkat Lolong.

(redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.