Dua Pria Viral Yang Hirup Napas Pasien Covid-19, Berakhir Dengan Satu Orang Meninggal Dunia

oleh

MANADO – Sebuah video yang memperlihatkan dua orang pria yang dengan sengaja menghirup napas yang diduga adalah pasien Covid-19.

Video tersebut diunggah oleh akun Facebook Indy Chen, pada (15/7/21)

Video tersebut pun sontak mejadi pembicaraan di masyarakat, setelah dikabarkan salah satu orang penghirup napas itu meninggal dunia, setelah 3 bulan video itu dibuat.


Terlihat dalam video itu, dua orang yang memakai peci dan tidak memakai masker, berdiri disamping seorang yang terbaring yang diduga adalah pasien Covid-19.

Dalam video itu tertulis keterangan “KH.Sami’an Detik2 virus Covid nampak jelas 17-4-2021 pukul 22.00 WIB”

Salah satu pria yang diduga adalah pakar terapi syaraf ini meminta pasien tersebut mengembuskan nafas.

Masudin kemudian menghirup udara yang keluar dari nafas pasien yang terbaring.

Kemudian Masudin juga meminta rekannya untuk ikut menghirup udara yang dihembuskan pasien tersebut.

Namun dari informasi yang beredar, Masudin diketahui meninggal tidak lama setelah aksinya menghirup nafas pasien yang diduga terpapar Covid-19.

Dari keterangan yang ditulis di video, aksi itu direkam pada 17 April 2021.

Kemudian pada unggahan selanjutnya, terlihat foto ucapan duka cita atas meninggalnya pria bernama Muhammad Masudin.

Warganet meragukan video tersebut, sebab banyak yang menilai hanya konten belaka karena pasien Covid-19 tidak boleh dijenguk.

Namun setelah ditelusuri, ternyata benar, pria bernama lengkap Muhammad Masudin itu baru meninggal pada (13/7/21)

Kebenaran infarmasi tersebut, terlihat dari unggahan Facebook Perempatan Ketanen Banyuarang Ngoro Jombang yang mengunggah sejumlah ucapan duka.

Masudin diketahui adalah seorang ahli pengobatan THT spesilis tuna rungu, yang berasal dari Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Sebelumnya, Masudin (47) itu sudah mengeluhkan sakit kambung dan demam.

Masudin dikenal sebagai sosok yang dermawan yang kerap membantu pembangunan masjid, jalan, dan rumah bagi orang kurang mampu.

Ia juga pernah mendapat rekor MURI sebagai terapis tercepat pada tahun 2012.(***)

Baca juga:   Rektor Universitas Klabat Meninggal Dunia, Diduga Terpapar Covid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.