Menguak Skandal Besar Dibalik Pengiriman Pasir Ilegal di Bitung!

oleh
Bongkar muat pasir ilegal di Pelabuhan Bitung

BITUNG – Pengiriman pasir ilegal, marak terjadi di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Pasalnya saat ini armada tongkang, dengan leluasa bolak-balik mengangkut pasir untuk dibawah keluar daerah.

Hal ini pun menimbulkan tanda tanya bagi masyarakat, sebab sebegitu lemah kah pengawasan pengiriman barang, sehingga pasir ilegal bebas dikirim keluar daerah?

Dari hasil investigasi sejak Senin (12/7) hingga Sabtu (17/7) menguak fakta baru, dimana pengiriman pasir ilegal yang diurus oleh oknum bernama Ical ini, menjadi skandal besar di Bitung, sebab dalam proses pengirimannya, sangat mudah.

Hal ini diperkuat dengan pernyataan KSOP Bitung, melalui KTU, Sutyono mengatakan pengiriman pasir bisa saja dilakukan selama memiliki izin usaha pertambangan.

“Karena kami juga tak mungkin melarang orang untuk berusaha. Intinya selana memiliki izin usaha pertambangan maka pengiriman boleh dilakukan,” ujarnya.

Sementara Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Alimin Mokodompit mengatakan memang ada tumpang tindi antara aturan di darat dalam hal ini pemerintahan dan pelabuhan.

Baca juga:   Wali Kota Bitung Serahkan Pas Kecil Kepada 80 Pemilik Perahu Penyebrangan Ruko-Lembe

“Namun selama itu memiliki izin usaha, maka kita tidak perduli apakah pasir yang dikirim itu ilegal atau legal, selama mereka menunjukan izin usaha, karena verifikasi dokumen pengiriman hanya berdasarkan izin usaha,” ujarnya

Ia menambahkan, KSOP hanya sebatas memastikan keamanan dan keselamatan berlayar kapal serta mendata manifest.

“Jadi kalo itu pasir maka kita hanya mencatat kapal bermuatan pasir, selama pemilik barang mampu menunjukan izin usaha,” ujarnya.

Karena lanjut dia, pengiriman barang apapun itu merupakan tanggung jawab pemilik barang.

Menanggapi hal itu, salah satu tokoh mudah Bitung Arif Suma, menyayangkan adanya praktik pengiriman pasir ilegal.

Dalam kesempatan itu, Suma mengatakan, pernyataan KSOP yang mengatakan tidak bisa mengintervensi pengiriman pasir ilegal, jelas salah.

“Mereka kan verifikator dalam hal ini, masa pengiriman barang yang tidak memiliki izin pengiriman diizinkan, kan ini aneh!,” tegasnya.

Ia mengatakan kejanggalan lain juga dalam pernyataan KSOP, mereka terkesan masa bodoh, berarti kalo kita mengirim bahan pertambangan tanpa mengantongi izin pengiriman bisa dong.

Baca juga:   Penjelasan Medis Hipospadia, Kondisi Kelainan Fisik yang Dialami Aprilia Manganang

“Ingat pasir ini harusnya dipergunakan untuk kepentingan daerah bukan dikirin keluar Sulawesi Utara. Karena kedepan ekspolitasi yang berlebihan ini akan menyebabkan pasir habis dan generasi kita terpaksa harus membeli pasir dari luar daerah dan bisa dibanyangkan seperti apa dampaknya,” tandas Suma. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.