Tak Khawatir Pandemi Covid-19, Pak Novry: Yang Penting Patuhi 3M, Ngojek Jadi Aman

oleh
Pak Novry (driver gojek) yang selalu patuhi 3M saat bekerja.

PANDEMI Covid-19 yang telah mendera Kota Manado sejak Maret 2020 lalu, mampu menjungkirbalikan perekonomian di Kota Manado. Banyak usaha yang tutup, bahkan karyawan pun sampai dirumahkan karena pengaruh Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakan perekonomian para pengusaha di Kota Manado.

Begitu pula dengan kehidupan Pak Novry, seorang pekerja Ojek Online (Ojol) yang bekerja penuh waktu di Gojek (perusahaan teknologi asal Indonesia yang melayani angkutan melalui jasa ojek secara Online). Perekonomian Pak Novry sedikit terganggu sejak Pandemi Covid-19 masuk wilayah Manado.

“Sangat berkurang (penghasilan). Orderan berkurang, banyak orang yang takut keluar rumah, ditambah lagi banyak pekerja yang kena PHK. Pendapatan berkurang sampai 75 persen,” kata Pak Novry, saat berbincang degan penulis.

“Biasanya, setengah hari berjalan, sudah dapat uang bensin dan setoran motor, tapi sekarang, sampai hampir tengah malam, pendapatan belum ada setengah dari pendapatan yang lalu (sebelum ada Pandemi Covid-19),” tambah Pak Novry yang mengaku jika motor yang sering dipakainya merupakan motor sewaan.

Baca juga:   RSUP Kandou Gencarkan TOSS Akhiri TB

Sambil bercanda, penulis pun bertanya jika ada ketakutan dari Pak Novry dengan adanya Pandemi Covid-19 ini.

“Saya juga takut terkena Covid-19. Tapi, kalau saya tak keluar rumah (bekerja), keluarga saya mau makan apa?,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, ketakutan itu bisa saya atasi dengan berdisiplin mematuhi protokol kesehatan 3M yang dianjurkan pemerintah.

“Caranya dengan patuhi anjuran pemerintah soal 3M. Istri saya selalu menyiapkan masker bersih sebelum saya keluar rumah. Dia juga selalu menelepon setiap saat dan terus mengingatkan agar masker terus dipakai, dan jangan lupa untuk sering cuci tangan. Saya juga sering mampir ditempat-tempat cuci tangan di jalanan yang telah disediakan Pemerintah Kota Manado hampir disetiap jalan di Kota Manado. Saya juga membatasi diri untuk tidak kumpul-kumpul bersama rekan-rekan seprofesi. Selesai kerja, yah saya pulang ke rumah,” ujar Pak Novry kepada penulis.

Baca juga:   Imunisasi Campak Rubella Capai 51,89 Persen, Kadis Kesehatan Sulut Apresiasi Kabupaten/Kota

Sampai di rumah juga, sambungnya, saya langsung mandi, dan berganti pakaian bersih.

“Saya punya anak umur 3 bulan. Saya tak ingin anak saya tertular Covid-19. Oleh karenanya, saya selalu menjaga diri dan mematuhi protokol kesehatan. Saya lakukan ini semua bukan cuma untuk diri saya sendiri, tapi saya tak ingin keluarga saya ikut menderita karena kelalaian saya jika tak patuhi Protokol Kesehatan,” tutup Pak Novry.

(Budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.