Ada Bos PETI Di Balik SSI?, Diduga Biayai Aksi Hingga Ke Jakarta

oleh
Bos PETI Berinisial FB alias P (dilingkar merah) foto bersama dengan SSI di Kantor Staf Kepresidenan.

TAHUNA -Aksi Save Sangihe Island (SSI) yang terus memperjuangkan upaya penyelamatan Kabupaten Sangihe dari eksploitasi PT Tambang Mas Sangihe (TMS) diduga didompleng kepentingan salah satu Bos Penambang Tanpa Ijin (PETI) berinisial FB alias P.

Hal ini terbukti dengan kehadiran P dalam setiap aksi SSI mulai dari pertemuan awal, deklarasi penolakan PT TMS yang digelar di Kawasan Pelabuhan Tahuna beberapa waktu lalu. Bahkan ada dugaan P yang membiayai aksi ini hingga ke Jakarta.

Informasi yang berhasil sejumlah media menyebutkan P sendiri juga ikut serta ke Jakarta dan meyambangi sejumlah instansi mulai dari Staf Kepresidenan, BNPB, KOMNAS HAM, KOMNAS Perempuan, WALHI serta sejumlah lembaga lainnya di Jakarta.

Pengakuan sejumlah pihak yang menjadi bagian SSI menyebutkan bahwa P sendiri akan digunakan dalam pembiayaan dalam aksi ini.

“Mulai dari keberangkatan ke Jakarta hingga upaya untuk membiayai dalam PTUN terhadap ijin eksploitasi atau produksi PT TMS di Sangihe”, jelas oknum yang meminta namanya jangan dipublish.

Baca juga:   Usai Konsultasi, APBD P Sangihe TA 2020 Masih 'Mengendap', Montang: Sementara Penyempurnaan

Terpisah kordinator SSI Alfret Potolondo ketika dihubungi menyatakan bahwa Pere bagian dari SSI sebagai masayarakat Lingkar Tambang di Bowone.

“Dia membantu sama-sama dengan teman-teman yang tidak bisa ke Jakarta tapi suport lewat biaya, semisal Pak Sekda dengan sejumlah Kadis dan Kepala Bagian di Pemda, ada sejumlah guru, ada mahasiswa, ada pemerhati asal UGM, ada dari Gabungan Kelompok Tani Organik, ada dari Yayasan Kemitraan, ada dari dosen di Tahuna, ada orang Sangihe di Amerika, ada anggota DPRD DKI”, ujar Potolondo.

Potolondo juga mempertanyakan siapa yang melakukan tudingan yang jadi pertanyaan balik siapa yang menuding SSI  dibiayai Pere?

” Tolong kase depe nama, kita mosuka bakudapa langsung deng dia atau dia deng kawan-kawan”, imbuh Potolondo dengan dialek Manado.

(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.