Ini Sosok Pelaku Penganiayaan Perawat RS Siloam Palembang, Ternyata Bukan Polisi!

oleh

PALEMBANG – Kasus penganiayaan perawat Rumah Sakit Siloam yang terekam kamera handphone viral dan menjadi pembicaraan di media sosial.

Polisi pun langsung menangkap pelaku penganiayaan yang melakukan aksi kekeran terhadap perawat RS Siloam dalam video yang beredar.

Sempat terdengar isu bahwa tersangka yang memakai topi putih dan berbaju merah tersebut merupakan anggota kepolisian.

Foto : pelaku penganiayaan perawat RS siloam

Sontak, tak sedikit warganet yang menyalahkan anggota kepolisian.

Mengenai hal ini, Polrestabes Palembang angkat bicara.

Melalui akun resminya @polisi_palembang, pihak Polrestabes memberikan klarifikasi.

Kepolisian Polrestabes Palembang membantah jika pria berkaus merah yang diduga menganiaya perawat dalam video tersebut bukanlah anggota kepolisian.

“POLRESTABES PALEMBANG

asalammualaikum wr.wb

mohon izin kepada masyarakat kota Palembang mengenai Vidio yang sedang viral terjadi keributan di salah satu rumah sakit di kota palembang merupakan orang yang menggunakan baju warna merah bukan anggota kepolisian. sedangkan di dalam Vidio tersebut terdengar suara “saya anggota polisi,” tulis akun Polisi_Palembang.

Akun tersebut pun menjelaskan kalau anggota kepolisian yang sebenarnya merupakan pria berbaju abu-abu.

“Yang merupakan anggota kepolisian adalah bapak-bapak yang menggunakan baju abu-abu dan celana pendek, bapak tersebut mencoba menengahi permasalahan yang terjadi pada saat itu,

Baca juga:   Mengerikan! Rumah Pria ini Jadi Sarang Kecoak, Ternyata ini Penyebabnya

di karenakan lokasi keributan berdekatan dengan kamar anggota polisi tersebut yang sedang menjaga istrinya lahiran. sehingga anggota polisi tersebut mencoba mendatangi lokasi keributan dan menengahi permasalahan yang terjadi.
.
untuk kelanjutannya telah di laporkan ke SPKT Polrestabes Palembang dan akan segera di tindak lanjuti oleh anggota Kepolisian Polrestabes Palembang.
.
demikianlah kami sampaikan informasi kepada masyarakat agar menjadi koreksi bersama

SALAM PRESISI,” kata akun Polisi_Palembang menjelaskan.

Kronologi

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi di Rumah Sakit Siloam, Palembang.

Sang perawat diduga dianiaya oleh keluarga dari pasien di rumah sakit tersebut.

Kini, perawat berjenis kelamin wanita tersebut telah membuat laporan ke SPKT Polrestabes Palembang.

Diketahui juga bahwa korban tinggal di kawasan Kecamatan Talang Kelapa.

Sontak, peristiwa tersebut viral di media sosial.

Foto :tangkapan layar video penganiayaan perawat RS Siloam palembang

Mengingat ada yang merekamnya menggunakan handphone.

Mengenai peristiwa ini, Kasubbag Humas Polrestabes Palembang, Kompol M Abdullah angkat bicara.

Ia mengklarifikasi terkait laporan yang dibuat korban pada Jumat (16/4/2021) seperti dikutip dari Sripoku.

Kronologi peristiwa yang menghebohkan media sosial itupun turut terungkap.

Kompol M Abdullah menjelaskan, korban dianiaya orangtua pasien.

Menurutnya, anak terlapor merupakan pasien di rumah sakit tersebut.

Baca juga:   Kapolda Jabar Minta Maaf soal Miras ke Asrama Papua di Bandung

Usut punya usut, terlapor menganggap korban tidak benar saat melepaskan infus di tangan anaknya.

Terlapor kemudian marah.

Ia lalu memanggil korban untuk mendatangi kamar tempat anaknya dirawat.

Korban bersama temannya lalu menuju kamar yang dimaksud.

Setibanya di sana, teman-teman korban disuruh keluar oleh terlapor.

Mereka diminta untuk meninggalkan korban sendirian.

“Namun teman korban tidak mau keluar,” ujar Kompol Abdullah saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (16/4/2021).

Terlapor lalu menanyakan cara korban melepaskan selang infus di tangan anaknya.

Sayangnya, korban belum sempat menjawab.

Mengingat terlapor langsung memukul muka sebelah kiri korban menggunakan tangannya.

Teman korban melihat aksi tersebut.

Ia pun mencoba melerai keduanya.

Namun, tingkah terlapor semakin menjadi-jadi.

Ia langsung mendekati korban.

Setelah mendekat, terlapor kembali memukul muka korban menggunakan tangan kanannya.

Melihat keributan makin menjadi petugas keamanan di TKP mencoba melerai.

“Korban kemudian di bawa keluar, namun terjadi tarik menarik antara terlapor dan saksi hingga terlapor menarik rambut korban,” katanya.

Kemudian korban berhasil keluar dan selanjutnya korban di bawa ke ruang emergency.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami memar di bagian mata sebelah kiri.

Baca juga:   Ketua Komisi IX Optimis BKKBN Mampu Wujudkan Keluarga Indonesia Berkualitas

Tak hanya itu, korban juga mengeluhkan sakit pada bagian bibir perut.

HP Perawat Rusak

Pada Kamis (15/4/2021) siang di RS Siloam Sriwijaya Palembang Jalan POM IX Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan IB I Palembang, tepatnya di lantai 6 di kamar pasien anak ada keributan antara perawat dengan keluarga pasien.

Kemudian, korban merekam dengan menggunakan handphone (HP) miliknya merek Vivo V15.

Namun saat merekam, oleh terlapor JT HP dirampasnya lalu kemudian dibanting kelantai hingga rusak.

“Saya sedang merekam aksi keributan antara pelaku dengan perawat, namun pelaku mendekat kemudian merampas HP saya dan membantingnya,” kata korban saat melapor.

Hp yang rusak akibat di banting membuat korban mengalami kerugian sekitar Rp 3,1 juta.

“Saya minta keadilan dan melaporkan saja kejadian ini ke polisi. Supaya pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya,” ungkap Ardana.

Semenatara, Kasubbag Humas Polrestabes Palembang Kompol M Abdullah membenarkan sudah diterima laporan dari korban.

“Laporan sudah diterima di SPKT Polrestabes Palembang dan selanjutnya akan diteruskan ke Satreskrim untuk diproses,” tutupnya

Artikel ini telah tayang di Tribunmataram.com dengan judul Terungkap Sosok Pria Kaus Merah yang Aniaya Perawat RS Siloam Palembang, Petugas: ‘Bukan Polisi’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *