Bencana di NTT dan NTB Telan 210 Korban Jiwa, Ini Rinciannya

oleh
banjir bandang di Nusa Tenggara Timur

JAKARTA – Bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menelan ratusan korban jiwa

Bahkan dari data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga saat ini ada sekitar 210 korban yang telah dinyatakan meninggal akibat bencana alam tersebut

Dalam keterangannya, Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan hingga saat ini sudah ada ratusan korban yang dinyatakan meninggal dan beberapa lainnya masih dinyatakan hilang

Foto : Kondisi terkini pasca banjir bandang di NTT ( Antara)

“Untuk korban, yang pertama Flores timur terutama di Pulau Adonara yang ditemukan dalam kondisi meninggal sebanyak 71 orang dan 5 masih hilang,” ungkapnya dalam jumpa pers secara virtual, Kamis (8/4/2021) malam.
Dia pun memaparkan sejumlah korban meninggal dalam musibah itu antara lain:

Kabupaten Lembata: 43 orang meninggal, 25 orang hilang

Alor : 27 orang meninggal, 14 hilang

Baca juga:   Peringatan Dini BMKG : Waspada! Cuaca Ekstrim 24 Wilayah Indonesia, Hari ini 7 April 2021 Hingga Besok 8 April 2021

Malaka : 6 orang meninggal

Kabupaten Kupang : 3 orang meninggal, 1 hilang.

Kota Kupang : 6 meninggal

Kabupaten Sikka : 1 orang meninggal

Kabupaten Sabu Raijua: 2 meninggal

Kabupaten Rote Ndao : 2 meninggal

Kabupaten Ngada dan Ende masing-masing satu orang meninggal dunia.

Foto : Flotim, mejadi salah satu daerah terparah yang dihantam bencana

Adapun, kata Doni, untuk musibah banjir di Nusa Tenggara Barat (NTB) disebutkan 2 orang meninggal dunia.

“Sehingga secara keseluruhan untuk NTT korban meninggal 163 orang dan 45 orang hilang. Sedangkan NTB 2 orang. Jadi total keseluruhnya mencapai 210 orang, NTT 208 dan NTB 2,” ungkapnya.

Gubernur NTT Tetapkan status tanggap darurat bencana

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menetapkan status tanggap darurat bencana pasca bajir bandang, angin siklon tropis dan tanah longsor.

Status tanggap darurat itu berlaku sejak 6 April sampai 5 Mei dan ditetapkan dalam Surat Keputusan Nomor 118/KEP/HK/ tertanggal 6 April 2021.

Diketahui sebelumnya banjir dan tanah longsor terjadi di sejumlah wilayah di NTT sejak Minggu (4/4/2021). Bencana itu diketahui merendam ratusan rumah dan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Baca juga:   Info Cuaca Peringatan Dini BMKG : 4 Wilayah di Indonesia Berpotensi Hujan Petir dan Angin Kencang Hari ini Kamis, 18 Maret 2021

Artikel ini telah tayang di okezone.com dengan judul Total Korban Jiwa Musibah di NTT dan NTB Capai 210 Orang, Ini Rinciannya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “UPDATE: 163 Orang Meninggal, 45 Hilang akibat Bencana di NTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *