Dikuasai Nafsu, Seorang Ayah di Bitung Tega Cabuli Anak Kandungnya Sendiri

oleh
Ilustrasi pencabulan

BITUNG – Sebuah kejadian diluar nalar, kembali terjadi di Bitung. Pasalnya TT alias Tom warga Kecamatan Madidir, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), terpaksa diamankan oleh Satreskrim Polres Bitung setelah ia menjadi tersangka dalam kasus dugaan pemerkosaan terhadap putrinya sendiri.

Data yang dihimpun, Tom diamankan Satreskrim Polres Bitung di rumahnya di salah satu kelurahan di Kecamatan Madidir, Senin (5/4/2021)

Foto : Ilustrasi pelecehan seksual terhadap anak

Ia diamankan setelah diadukan oleh istrinya sendiri di kantor polisi karena diduga telah mencabuli Kemuning (14) yang diketahui merupakan anak kandungnya sendiri

Kasat Reskrim AKP Frelly Sumampouw mengatakan, ibu dari Kemuning ini menjadi curiga, karena anak kesayangannya sering murung, setelah ditanya, sang ibu kaget mendengar pengakuan Bunga bahwa dirinya telah diperkosa oleh ayahnya sendiri.

Parahnya lagi, menurut Sumampouw, perbuatan bejat pelaku ini ternyata sudah dilakukan sebanyak Tiga kali dalam kurun waktu 14 hari sebelum diamankan.

Baca juga:   Aniaya Tetangga, JW Digiring ke Polres Tomohon

Foto : Ilustrasi korban pencabulan

Sumampouw menjelaskan perbuatan bejat Tom terhadap anaknya berawal saat rumah sedang sepi kemudian pelaku yang diduga sudah tak tahan lagi dengan nafsunya kemudian masuk ke kamar korban dan memaksa korban melakukan perbuatan terkutuk tersebut.

Pelaku diketahui meremas payudara korban kemudian melakukan pemerkosaan dengan ancaman akan dipukul jika berteriak atau mengadu.

“Tersangka sudah kita amankan dan sementara menjalani pemeriksaan, tersangka juga dijerat dengan pasal 76E junto Pasal 82 ayat 2 Perpu Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun dengan pemberatan,” sebut Sumampouw.

Selain itu, menurut dia, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bitung serta Dinas Sosial untuk menjamin kondisi psikis korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *