Dokter Tak Ada di Tempat, Pasien Meninggal Tidak Mendapat Pertolongan Medis

oleh

JAKARTA – Kasihan betu nasib Jolpen Banjarnahor pria asal Baktiraja Kabupaten Humbang Hasundutana ini.

Dia harus meregang kesakitan hingga akhirnya meninggal dunia akibat tidak mendapatkan penanganan medis dari pihak puskesmas Baktiraja.

Diketahui pihak keluarga dan beberapa warga pun sempat meluapkan kekesalan mereka.

Foto : ilustrasi korban meninggal dunia

Cerita sedih terkait masih kurangnya penangan medis di daerah datang dari Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Seorang pasien bernama Jolpen Banjarnahor meninggal dunia lantaran tidak mendapat pertolongan medis.

Kejadian ini bermula saat pasien dilarikan ke Puskesmas Baktiraja pada (1/4/2021) malam lalu.

“Bapatua saya itu akhirnya meninggal,” kata Hotman Marbun, salah satu keluarga pasien, Sabtu (3/4/2021).

Pascakejadian, saat warga membawa pasien ke Puskesmas, petugas medis juga tak ditemui di Puskesmas tersebut, sementara pasien tengah dalam keadaan sekarat.

Ambulans yang hendak digunakan membawa pasien bergegas ke rumah sakit terdekat juga tampak macet.

Ambulans yang sudah berkarat itu gagal distater hingga berulang-ulang.

Baca juga:   Istri Dihamili Tetangga, Suami Bacok Korban Saat Menjelang Sahur

Kondisi ambulans juga tampak tak terawat dan dimakan karat.

Foto : ilustrasi puskesmaas

Beberapa orang tua berupaya menghidupkan ambulans dengan mendorong.

Sementara pasien mengerang kesakitan di atas kereta pasien membutuhkan pertolongan.

Menurut seorang warga bernama Charlos Purba, beberapa kali warga yang beribat ke Puskesmas Baktiraja tersebut jarang bertemu bertugas medis yang bisa memberi pertolongan.

Pasien yang merupakan warga Desa Marbun Tonga Dolok, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, menghembuskan nafas terakhirnya kala diperjalanan menuju rumah sakit rujukan.

Pasien tersebut tadinya akan dirujuk ke salah satu RS di Kota Medan.

Namun saat masih di Kabupaten Dairi menuju kota Medan, pasien diketahui sudah tidak bernyawa lagi.

Almarhum Jolpen Banjarnahor yang menghembuskan nafas terakhirnya meninggalkan istri dan 7 orang anak.

Menurut informasi terkini yang dihimpun dari pihak keluarga, ia sebelumnya diduga menderita penyakit jantung.

“Umurnya (pasien) sekitar lima puluh sekian, belum ada enam puluh,” ujar Hotman.

Baca juga:   Kronologi Hingga Dugaan Meninggalnya AKBP Henzly Moningkey, Alami Kejang dan Muntah

Jolpen sempat dilarikan pihak keluarga ke Puskesmas Baktiraja pada Kamis (1/4/2021) siang.

Namun naasnya, sesampai di sana, pasien tidak mendapatkan penanganan dari pihak Puskesmas.

Dokter yang bertugas di sana juga diketahui tidak berada di tempat.

Lebih pedihnya lagi, saat akan dirujuk ke RSUD Doloksanggul, ambulans milik Puskesmas tersebut pun ternyata mengalami kerusakan.

Selain kondisi ambulans yang sudah karatan tak terawat, mesinnya pun tak bisa distater.

Para warga yang merupakan keluarga dari pasien sudah berjuang beberapa kali untuk menghidupkan mesin Ambulans dengan cara didorong, namun tidak berhasil.

Foto : ilustrasi mobil ambulance

Lantas, beberapa warga pun melampiaskan kekesalannya dengan cara menghempaskan pintu ambulans.

Akhirnya, pasien yang tengah dalam sekarat itu pun akhirnya berhasil dibawa ke RSUD Doloksanggul setelah di bawa menggunakan sebuah mobil warga yang bermurah hati di sana.

“Kami membawanya (pasien) menggunakan mobil seorang Pendeta HKBP Sinambela. Untunglah ada mobil dia Lae”, kata salah satu keluarga pasien, Charlos Purba.

Baca juga:   Nisan Salib di Jogja Dibakar, Ahli Waris: Orang Meninggal Masih Diganggu

Namun sayangnya lagi, cerita Charlos, meski sudah sampai di RSUD Doloksanggul, pasien tetap tak kunjung mendapatkan perawatan.

Padahal, menurut pengakuan keluarga, mereka sudah nyaris setengah harian tiba di sana.

“Alasannya, tidak ada dokter bagian dalam,” sambung Charlos.

Akhirnya, setelah menunggu lama, pasien pun segera dibawa ke Kota Medan.

Pasien rencananya akan di rawat di salah satu RS di kota Medan, mengingat kondisinya yang makin memburuk.
Namun sayangnya, belum sampai di Kota Medan, nyawa pasien sudah tidak tertolong.

Pihak Puskesmas Baktiraja sendiri sampai saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan human error itu.

Sampai saat ini, wartawan masih berupaya mendapatkan informasi dari dr Grace, selaku Kepala Puskesmas Baktiraja.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ambulans Macet dan Dokter Puskesmas Tak Ada, Pasien Ini Meninggal, Belum Dapat Pertolongan Medis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.