Tanpa Nisan! Ini Kesaksian Petugas Penggali Kubur Terduga Teroris ZA, Gali Kubur Selama Dua Jam

oleh -29 views

JAKARTA – Terduga teroris penyerang mabes polri Zakiah Aini (25) dimakamkan pada hari Rabu 31 Maret 2021 malam di TPU Pondok Ranggon.

ZA Tewas tertembak akibat aksi penyeranganya di Mabes Polri yang dilakukan seorang diri pada 31 Maret 2021 Sore.

Begini kesaksian petugas pemakaman TPU Pondok Ranggon yang menggali makam dan menguburkan jenazah ZA.

Foto : TPU pondok ranggon

Dering telepon Japid tiba-tiba berbunyi pada Rabu malam, tepat pukul 19.00 WIB. Petugas gali kubur tersebut tersentak saat menerima tugas dari Kepala TPU Pondok Ranggon untuk menggali makam terduga teroris ZA yang menyerang Mabes Polri, Rabu 31 Maret 2021.

Dia langsung bergerak mengumpulkan satu tim penggali kubur yang berjumlah 10 orang. Menggunakan sepeda motor bersama rekannya, dia menerobos gelapnya malam di sekitar TPU menuju area pemakaman di Blad 13 pemakaman khusus muslim.

Baca juga:   Polisi Berhasil Mengungkap Idenitas Pelaku Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makasar

“Kebetulan saya standby sini jam 7 malam dapat telepon, saat itu juga saya langsung gali makam bersama teman-teman,” ujarnya.

  1. Petugas gali kubur selama dua jam

    Japid mengungkapkan tidak ada aturan khusus untuk menggali makam untuk teroris. Dia bersama timnya membutuhkan waktu dua jam untuk menggali makam tersebut.

“Kuburannya sama dengan yang lain tidak dibedakan, jadi galinya dua jam, jam 19.00 selesai jam 21.00 malam,” imbuhnya.

  1. Aparat kawal pemakaman ZA

    Japid mengungkapkan jenazah tiba di TPU Pondok Ranggon pada Kamis (1/4/2021) pukul 01.00 WIB. Dia mengatakan suasana dini hari cukup tegang karena terdapat personel gabungan dari TNI, Polri, serta Satpol PP.

“Banyak sekali petugasnya semalam, tapi saya juga gak lihat pasti apakah bawa senjata lengkap atau tidak karena gelap,” katanya.

Foto : TPU pondok ranggon

  1. Keluarga turut mengantarkan jenazah hingga dimakamkan

    Dia menuturkan kerabat dan keluarga ikut mengantarkan jenazah terduga teroris di peristirahatan terakhir. Sang Ibu tak kuasa menahan tangis.
Baca juga:   Secara Virtual, FDW-PYR Ikut Rakor Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak Tahun 2020

“Mungkin ibunya karena agak tua sama kerabat entah ayah atau siapa karena tugas saya hanya gali kubur gak sampai nanya-nanya juga,” katanya.

  1. Japid sudah biasa menguburkan teroris di TPU Pondok Ranggon
    Japid mengatakan proses pemakaman memakan waktu satu jam mulai pukul 01.00 sampai 02.00 WIB. Saat itu, cuaca mendukung dan proses pemakaman berjalan lancar.

“Saat memakamkan tidak ada perasaan gimana karena sudah biasa juga, sini juga sebelumnya juga banyak pemakaman teroris jadi biasa aja,” katanya.

  1. Tak ada nisan dan bunga di atas makam

Japid mengatakan pemakaman teroris atau peristiwa mendadak kadang memang tidak ada taburan bunga dan nisan.

“Ini kan dadakam mungkin keluarga belum menyiapkan,” katanya.

  1. Tidak ada petak khusus untuk makam teroris

“Mungkin kurang sepuluh, kalau makam teroris tidak ada lapak khusus karena lahannya juga terbatas,” imbuhnya.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di idntimes.com dengan judul kesaksian petugas gali kubur terduga teroris ZA tanpa nisan dan bunga

No More Posts Available.

No more pages to load.