Pelaku Bom Bunuh Diri Gereja Makassar Anggap Aksinya Sebagai Bulan Madu, Pelaku Wanita Tengah Hamil 4 Bulan?

oleh

MAKASSAR – Pada Minggu 28 Maret 2021 terjadi serangan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

Serangan bom bunuh diri tersebut diketahui dilakukan oleh sepasang suami istri, tubuh kedua palaku ini hancur berantakan sehingga membuat petugas kepolisian kesulitan melakukan identifikasi.

Tak butuh waktu lama, petugas kepolisian langsung menemukan fakta-fakta baru terkait peristiwa bom bunuh diri di gereja katedral makasar.

Foto : bom bunuh diri makasar

Pelaku bom bunuh diri di sebuah gereja di Makassar disebut menganggap aksinya sebagai bulan madu.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Boy Rafli Amar.

Boy Rafli lantas menganggap aksi mereka di luar akal sehat manusia.

Dikutip dari tayangan KompasTV, Boy Rafli menilai bahwa tindaka pelaku L san YSF adalah tindakan yang jauh dari nilai agama.

“Bulan madu yang akal sehat harusnya yang mensyukuri dan meminta doa agar menjadi pasangan yang baik,” katanya.

Baca juga:   Pergantian Jitu Luis Milla yang Mengantar Indonesia ke Semifinal

“Bukan malah sebaliknya yang dilakukan L dan YSF,” tegas Boy.

Dari kejadian yang dilakukan L dan YSF, Boy lantas berharap agar tak ada lagi anak-anak muda yang berpandangan dan berprinsip seperti itu (radikal).

“Kaum milenial memang dirasa (teroris) bagian yang paling efektif melakukan aksi seperti itu, kalau orangtua pasti dia mikir,” jelasnya.

Diungkapkan Boy, kaum milenial memang bagian yang paling mudah menerima doktrin.

Sehingga motivator akan mudah mendoktrin mereka.

Foto : penjagaan gereja katedral makasar

“Dia langsung telan itu doktrin doktrin menyesatkan dan langsung dipercaya dan dilaksanakan apa kata mentornya,” katanya.

Seperti diketahui, kedua pelaku merupakan pasangan suami istri yang baru menikah 6 bulan yang lalu.

L dan istrinya YSF tergabung dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sulawesi Selatan.

Mereka dinikahkan oleh R, terduga teroris yang terlibat pengeboman gereja katedral di Jolo, Filipina.

Saat melakukan aksi bom bunuh diri pelaku wanita diketahui tengah hamil 4 bulan.

Baca juga:   Panglima TNI: Filipina Janji Bebaskan Lima WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Namun dugaan tersebut belum bisa dibenarkan kepolisian, karena badan pelaku yang ditemukan hancur total.

Artikel ini telah tayang di tribunnews.com dengan judul baru nikah 6 bulan, pelaku bom bunuh diri di gereja makassar anggap aksinya sebagai bulan madu