Begini Reaksi Ahok Setelah Namanya Disebut dalam Surat Wasiat ZA

oleh

Foto : Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

JAKARTA – Basuki Tjahaja Purnama atau kerap disapa Ahok saat ini tengah menjadi sorotan warganet.

Pasalnya Ahok disorot, setelah namanya disebut dalam surat wasiat milik ZA yang diketahui merupakan pelaku penyerangan Mabes Polri

Diketahui, ZA melakukan penyerangan di Mabes Polri pada hari Rabu, 31 Maret 2021 sore, kemudian tewas tertembak

Dalam surat yang ia tinggalkan, ZA meminta sang kakak tidak membanggakan Ahok.

“Tidak membanggakan kafir Ahok,” tulis ZA.

Ia juga meminta sang Kakak untuk menjaga adik dan Mamanya.

Foto : Surat wasiat milik ZA yang beredar luas ke publik

Menanggapi hal tersebut, Ahok pun angkat bicara.

Ia meminta publik tidak membesar-besarkan perihal namanya di dalam surat ZA.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ahok melalui pesan singkat Jumat (2/4/2021).

“Tidak usah dibesar-besarkan,” kata Ahok seperti dikutip dari Kompas TV.

Ahok lebih lanjut menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat soal penilaian kafir yang dialamatkan terhadap dirinya.

“Dan soal penilaian terhadap saya, ya terserah saja yang menilai,” ujar Ahok.

Surat wasiat yang ditinggalkan oleh penyerang Mabes Polri Jakarta dan pelaku bom bunuh diri gereja Katedral di Makassar memiliki kesamaan, yaitu diawali dengan permohonan maaf kepada kedua ortang tua.

Baca juga:   IPW Sayangkan Sistem Keamanan Mabes Polri Berhasil Dibobol Teroris, Petugas Penjaga Cenderung Ceroboh

Kedua terduga memohon maaf kepada orang tua dan sangat sayang kepada orang tua namun menyebut bahwa Tuhan lebih sayang lagi.

Menurut pengamat terorisme Nasir Abbas, hal itu dilakukan dengan keyakinan bahwa sang pelaku yang mati duluan akan mampu menarik orang tuanya menuju surga, karena mati syahid.

“Dengan mati duluan, dia sedang menunggu keluarganya.”

“Dia akan menarik keluarganya ke surga. Itu keyakinan mereka.”

“Makanya, ada isi surat agar adiknya menjaga orang tuanya,” kata Nasir Abbas seperti dikutip dari Kompas TV dengan judul Ada Permohonan Maaf kepada Orang Tua di Surat Wasiat Terduga Teroris, Ini Analisa Pengamat.

Foto : ZA saat melancarkan aksinya du Mabes Polri

Karena itu, kata Nasir Abbas, begitu pentingnya pendidikan anak oleh orang tua di rumah.

“Dari pelaku yang ditangkap, ada faktor keluarga.”

“Maka harus dimulai dari rumah,” katanya.

Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar menyebutkan, sepakat pentingnya faktor keluarga.

“Kalau sudah tersirap mereka jadi nikmat, sesuai harapan mentornya.”

“Penguatan keluarga itu penting untuk masa depan kita,” ujarnya.

Baca juga:   Nyaris Ledakan SPBU di Bogor, Terduga Teroris Ini Sempat Ikuti Sidang Rizieq Shihab

Menurut Boy, surat wasiat dari terduga penyerang ZA di Mabes Polri sama dengan yang dibuat oleh L di Makassar.

Yaitu permohonan maaf kepada kedua orang tua.

“Tapi walau mereka tidak bertemu tapi ideologinya sama, ideologi terorisme dan intoleransi.”

“Mereka punya cita-cita mati syahid.”

“Mereka terprovokasi propaganda anti demokrasi dan anti konstitusi di negara mereka,” kata Boy.

Keluarkan 6 Tembakan di Mabes Polri

Terduga teroris Zakiah Aini, yang ditembak setelah melakukan penyerangan terhadap polisi di Markas Besar Polri dimakamkan di TPU Pondok Ranggon.

Pemakaman dilakukan setelah RS Polri Kramat Jati melakukan autopsi sekitar 5 jam.

“Sudah diserahkan ke pihak keluarga difasilitasi oleh teman-teman dari Polda Metro untuk dilakukan penguburan malam ini juga (Kamis dini hari -red).”

“Pemeriksaan DNA sudah selesai semuanya, langsung ke TPU Pondok Rangon,” Wakil Kepala RS Umum Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto, Kombes Pol Umar Shahab, Kamis (1/4/2021).

Dikonfirmasi berapa jumlah luka tembak terduga teroris Zakiah Aini, Umar menolak untuk menjelaskan.

Umar hanya memastikan jika tembakan polisi yang mematikan tepat di bagian jantung.

“Hasilnya nanti kami sampaikan ke penyidik ya, tetapi meninggal karena tembakan,” ujar Umar.

Baca juga:   Komandan KRI Nanggala-402 Ternyata Pernah Keluhkan Jadwal Overhaul Yang Terus Tertunda

“(Tembakan red) Yang mematikan di Jantung,” lanjutnya.

Umar memastikan jika terduga teroris Zakiah Aini sampai ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, sudah dalam keadaan meninggal.

“Itu nanti temen-temen penyidik dari Polda Metro yang menjelaskan,” ucapnya seperti dikutip dari Kompas TV dengan judul Langsung Dimakamkan Setelah Autopsi, Terduga Penyerang Mabes Polri Ditembak di Bagian Jantung.

Sebagai informasi, jenazah terduga teroris Zakiah Aini yang menjadi pelaku teror di Mabes Polri tiba pada pukul 19.20 wib.

Jenazah yang dibawa menggunakan ambulans Tim DVI Mabes Polri, langsung dimasukan ke ruang instalasi forensik RS Polri Kramat Jati.

Rumah sakit Polri kemudian langsung melakukan pemeriksaan jenazah terduga teroris Zakiah Aini hingga ke pemeriksaan DNA.

Seperti diberitakan, terduga teroris Zakiah Aini melakukan penyerangan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan.

Terduga teroris Zakiah Aini, masuk lewat pintu pejalan kaki dan melakukan penyerangan kepada polisi di pos jaga dekat Gedung Utama Mabes Polri.

Ada 6 tembakan yang dikeluarkan Zakiah Aini sebelum akhirnya dilumpuhkan Polisi

Artikel ini telah tayang di Serambinews.com dengan judul Nama Ahok Disebut dalam Surat Milik Penyerang Mabes Polri, Begini Reaksinya