Kata Mantan Wakil Bupati Minut Terkait Kejanggalan Penetapan Status Tersangka AGT

oleh

BITUNG – Mantan wakil Bupati Kabupaten Minahasa Utara, Joppi Lengkong merasakan adanya kejanggalan dalam penetapan Kepala DPMPTSP Bitung, AGT alias Andrias sebagai tersangka atas dugaan kasus korupsi oleh Kejaksaan Negeri Bitung
Ia mengatakan kejanggalan tersebut, terlihat karena Kejari Bitung, tidak mengimplementasikan amanat UU 30 tahun 2014.
“Dimana dalam undang-undang tersebut sangat jelas mengatur keterlibatan APIP dalam temuan-temuan, indikasi atau ada pengaduan dari masyarakat dalam hal dugaan tindak pidana korupsi dan kerugian negara oleh Aparat Penegak Hukum, untuk berkoordinasi dengan APIP. Itu juga telah disampaikan inspektorat kota Bitung dalam kesaksiannya,” ujar dia, Senin (29/3).

download (4)
Foto : joppi lengkong
Bahkan ia mencontohkan di Minahasa Utara telah terjadi kerugian Negara sebanyak Rp 61 miliar dari penggunaan dana covid-19 sesuai hasil pemeriksaan BPK RI perwakilan Sulut, namun hal tersebut tidak serta merta menetapkan beberapa kepala OPD terkait menjadi tersangka,
“Sebab hal itu tetap dikoordinasikan dengan APIP yakni inspektorat Minut, dan OPD terkait periksa serta wajib menindak lanjuti temuan itu dan diberikan waktu 60 hari untuk penyelesaiannya. Sedangkan kasus yang menjerat AGT malahan tidak memiliki kerugian Negara dan tidak ada Kordinasi dengan Inspektorat,” ujarnya
Ia pun meyakini langkah yang diambil oleh AGT untuk melakukan sidang prapradilan, adalah bentuk mencari keadilan,
“Bahkan saya yakin hakim yang memimpin sidang praperadilan tersebut akan memberikan keputusan dengan menggunakan hati nurani dan sesuai aturan hukum, karena ini menyangkut masa depan seseorang ASN yang masih mudah serta pertimbangan mental keluarga dan anak-anaknya,” terang Lengkong.

Baca juga:   Anggaran Pilhut Serentak Mulai Dicairkan

b0e83dbe-9f0c-481a-a6d8-2f753806ba0d_169
Foto : ilustrasi tipikor
Sementara, salah satu keluarga AGT saat diwawancarai Jumat (26/3) usai persidangan dengan sedih menuturkan kejadian yang menimpah Andrias merupakan pukulan berat bagi mereka.
“Saya bahkan sedih dan ingin menangis melihat kondisi anak-anak AGT yang memprihatinkan dan sudah tidak ingin bersosialisasi lagi,” tuturnya sembari meneteskan airmata.
Bahkan lanjut dia, salah satu anak AGT mengaku mengurungkan niatnya untuk menjadi ASN karena melihat ayahnya dikriminalisasi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.