NJOP Kampung Bowone Rp 10 Ribu- Rp 34 Ribu/M2, Tatande : Pemilik Lahan Bakal Kantongi Rp 100-Rp 340 Juta/Hektar

oleh -130 Dilihat
Asril Tatende

TAHUNA -Mencuatnya pembebasan lahan di Kampung Bowone Kecamatan Tabukan Selatan Tengah dan sekitarnya yang dibandrol Rp 5000/meter bujur sangkar terus menimbulkan protes warga. Pasalnya harga yang di tawarkan PT Tambang Mas Sangihe (TMS) dalam sosialisasi pembebasan lahan pada Senin (22/03/2021) lalu sangatlah tidak wajar.

Tokoh Pemuda Sangihe Asril Tatande ketika bersua dengan awak media menyatakan bahwa harusnya PT TMS melakukan pembebasan lahan menyesuaikan dengan UU nomor 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dalam hal ini menyangkut perhitungan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP). “Sesuai aturan tersebut sangat jelas diatur besaran NJOP masing-masing wilayah. Jadi baiknya PT TMS ketika melakukan pembebasan lahan untuk aktifitas pertambangan menyesuaikan NJOP dimaksud”, ungkap Tatande.

Lebih lanjut Pengurus Pusat Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) ini menyatakan, untuk NJOP wilayah Kampung Bowone dan sekitarnya adalah Rp 10 ribu-Rp 34 ribu/meter bujur sangkar (M2). Dimana untuk Rp 10 ribu/M2 lahan di perkebunan dan Rp 34 ribu/M2 adalah lahan di seputaran permuiiman warga.

“Tapi sangat disayangkan justru PT TMS menawarkan harga pembebasan lahan senilai Rp 5 ribu/M2 yang nyatanya jauh dibawah nilai wajar bahkan ketentuan UU nomor 28 tahun 2009 tentang pajak daerah khususnya NJOP. Dan sangatlah wajar bila masyarakat menolak tawaran PT TMS dimaksud. Kalau hitungan NJOP dilakukan maka masyarakat Kampung Bowone dan sekitarnya yang menjadi ring 1 eksploitasi PT TMS layak mendapatkan Rp 100 Juta sampai dengan RP 340 Juta /hektar tergantung lokasi lahan yang bakal menjadi titik ekaploitasi,” imbuh Tatande sambil berharap agar PT TMS haruslah mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di lokasi pertambangan.

(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.