Hasil Swab Rizieq Shihab Positif, Dirut RS : Tidak Mengarah ke Covid-19

oleh
Rizieq Shihab (detikcom)

JAKARTA – Muncul fakta unik dalam proses sidang perdana Rizieq Shihab.

Dimana terkait hasil swab test-nya. Sedikit kejanggalan karena hasil tes menunjukan positif, tetapi dokter menyiarkan bahwa tidak mengarah ke Covid-19.

Direktur Utama RS Ummi, Kota Bogor, Andi Tatat, didakwa menyiarkan berita bohong soal hasil swab test Rizieq Shihab di RS Ummi dalam sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (16/3/2021). Dalam dakwaannya, jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan bahwa Andi mengumumkan gejala yang dialami Rizieq tidak mengarah ke Covid-19, padahal hasil swab test menunjukkan Rizieq terkonfirmasi positif Covid-19. Kasus bermula pada 12 November 2020 saat Rizieq meminta pendampingan dan pemeriksaan kesehatan kepada MER-C, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang kedaruratan medis.

“Menerima surat permintaan dari Rizieq Shihab yang ditujukan kepada dr Sarbini Abdul Murad selaku pimpinan MER-C perihal pendampingan dan pemeriksaan kesehatan terhadap Rizieq dan keluarganya, serta memberikan penanganan yang diperlukan,” kata salah satu JPU membacakan surat dakwaan.

Baca juga:   Info BMKG, Waspada 22 Wilayah di Indonesia Berpotensi Cuaca Ekstrim dan Gelombang Tinggi Hari ini, Jumat 16 April 2021

momen-habib-rizieq-tiba-di-tanah-air_169 detik
Foto : Moh Rizieq Shihab (detikcom)

Atas permohonan tersebut, MER-C menerbitkan surat tugas nomor 048/ST/MER-C/XI/2020 dan menugaskan dua dokter. Pada 23 November 2020, tim medis MER-C memeriksa Rizieq yang merasa kurang enak badan dan kelelahan. Tim medis MER-C juga melakukan tes swab antigen terhadap Rizieq. “16 menit didapatkan hasil Rizieq positif Covid-19,” ujar JPU. Istri Rizieq juga menjalani tes swab dan antigen dan hasilnya sama. Tim medis menyarankan Rizieq dan istrinya dirawat di rumah sakit. Rizieq pun setuju dirawat di RS Ummi karena sebelumnya pernah dirawat di sana.

Keesokan harinya, 24 November 2020, Andi mendapatkan informasi dari Direktur Umum RS Ummi Najamudin bahwa Rizieq akan melakukan check up. “Kemudian terdakwa memerintahkan Najamudin untuk menyiapkan ruangan president suite. Selanjutnya terdakwa menghubungi dr Nerina Mayakartifa SPPD, M.Si untuk menjadi dokter penanggung jawab pasien Moh Rizieq Shihab,” tutur jaksa. Dokter Nerina kemudian memeriksa Rizieq dengan metode wawancara, radiologi, dan pemeriksaan laboratorium. “Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Rizieq didiagnosis mengidap sakit pneumonia Covid-19 confirm atau infeksi paru karena Covid-19,” ujar jaksa.

Baca juga:   Info BMKG, Cuaca Jakarta Hari ini, Rabu 17 Maret 2021

“Rizieq selanjutnya dirawat di ruang president suite lantai lima RS Ummi. Lantai lima RS Ummi merupakan tempat pasien yang terpapar Covid-19,” lanjut jaksa.

Namun, kata jaksa, Andi tidak melaporkan kasus positif Covid-19 itu secara real time. Ia baru melaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Bogor 22 hari setelahnya. Padahal, pihak RS Ummi sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 seharusnya langsung melaporkan kasus positif secara real time. Sikap Andi yang tidak melaporkan langsung kasus tersebut dianggap menghambat pelacakan orang yang pernah kontak erat dengan pasien dan menyulitkan memotong mata rantai penularan Covid-19. Selain itu, pada 26 November 2020, terdakwa Andi memberikan pernyataan kepada media yang intinya mengumumkan bahwa hasil pemeriksaan Rizieq tidak mengarah ke gejala Covid-19.

“(Terdakwa Andi) mengatakan, ‘Memang benar Habib Rizieq kemarin ke RS Ummi Kota  Bogor masuk UGD karena beliau capek karena aktivitas beliau yang langsung pulang maraton. Jadi beliau ke sini dan hasil screening di tim kami, alhamdulillah tidak mengarah ke Covid-19,'” kata JPU menyampaikan pernyataan Andi kepada media.

Baca juga:   Info Cuaca BMKG untuk Wilayah Jabodetabek Hari ini, Rabu 7 April 2021

rizieq shihab detik
Foto : Habib Rizieq (detikcom)

Pernyataan Andi dinilai jaksa tidak sesuai dengan hasil tes yang menunjukkan bahwa Rizieq positif Covid-19. Ia dinilai dinilai melanggar Pasal 14 ayat 1 subsider Pasal 14 ayat 2 lebih subsider Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Dalam dakwaan kedua, Andi didakwa dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah. Ia dinilai melanggar Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Terakhir, dalam dakwaan ketiga, Andi didakwakan melanggar Pasal 216 ayat 1 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Dakwaan Jaksa: Dirut RS Ummi Umumkan Sakit Rizieq Tak Mengarah ke Covid-19, padahal Hasil Tes Positif

https://megapolitan.kompas.com/read/2021/03/17/06150011/dakwaan-jaksa–dirut-rs-ummi-umumkan-sakit-rizieq-tak-mengarah-ke-covid?page=all.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *