Bus Peziarah Siswa SMP Masuk Jurang

oleh

JOGJA – Masih dievakuasi hingga tengah malam, Enam  korban kecelakaan bus masih terjepit dan belum bisa di keluarkan.

Diketahui rombongan tur ziara SMP IT Al Muawwanah, Cisalak, Subang mengalami kecelakaan kira-kira pukul 18:30 WIB bus tersebut jatuh ke jurang di tanjakan Cae Sumedang.

 

Membutuhkan alat berat Crane untuk mengevakuasi bus naas tersebut agar bisa segera diangkan dari dalam jurang

Hal itu diungkapkan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dalam wawancara kepada kompas TV, dikutip Tribun Jogja dari kompas.com.

 

Kecelakaan bus masuk jurang di Subang tersebut berdasarkan data sementara Dinkes setempat, memakan korban meninggal dunia sebanyak 23 orang.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir membenarkan masih ada enam orang yang terjebak dalam bus yang jatuh ke jurang di Tanjakan Cae Sumedang, hingga Rabu (10/3/2021) malam jelang dini hari.

Sementara kejadian naas bus rombongan peziarah SMP asal Subang itu jatuh sekitar pukul 18.30 WIB.

ilustrasi-kecelakaan-jenazah-remaja-yang-tewas
Foto : ilustrasi kecelakaan

“Perlu alat crane untuk mengeluarkan (korban). Kami sedang mengupayakan alat berat. Karena jurangnya terjal, curam. Basarnas sudah siap dan melakukan upaya evakuasi 6 korban yang masih terimpit,” kata Dony melalui wawancara Live dengan KompasTV, Rabu malam.

Baca juga:   Sudah 2 Kali Memuntahkan Lava Pijar, Ini UPDATE Gunung Merapi

Menurut data yang diterima Dony, sebanyak 22 korban meninggal dan 37 selamat. Korban luka saat ini dibawa ke rumah sakit.

Dony mengatakan, ia sudah meminta jajarannya membangun posko agar jelas soal data korban bagi keluarga yang mencarinya baik asal Subang atau kota lainnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah bus pariwisata rombongan peserta ziarah dan tur siswa SMP IT Al Muawwanah, Cisalak, Subang, masuk ke jurang sedalam lebih dari 5 meter di Tanjakan Cae, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (10/3/2021) sekitar pukul 18.30 WIB.
Kasubag Humas Polres Sumedang AKP Dedi Juhana membenarkan adanya peristiwa bus pariwisata masuk jurang tersebut. “Iya benar, tadi sekitar pukul 18.30 WIB. Sekarang anggota kami masih di lokasi kejadian,” ujar Dedi kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu malam.

 

Sementara itu, warga Desa Cilengkrang, Kecamatan Wado, Susi (35) mengatakan, bus pariwisata tersebut mengangkut rombongan peziarah dari SMP IT Al Muawwanah, Cisalak, Subang. “Iya betul itu rombongan bus peziarah dari Subang,” ujar Susi melalui WhatsApp kepada Kompas.com, Rabu malam.

Baca juga:   Relawan PAHAM Mapanget Beri Dukungan, Giat Sosialisasikan Program JPAR - Ai

Susi juga menunjukkan foto identitas nama rombongan yang berada di dalam bus tersebut. “Katanya banyak korban jiwa. Tapi nggak tahu pastinya, banyak ambulans juga,” kata Susi.

 

Dinkes Subang menyatakan berdasarkan data terkini masih ada 6 korban terjepit dalam bus yang masuk jurang di Sumedang, hingga Rabu (10/3/2021) malam jelang dini hari.

Bus mengangkut rombongan SMP IT Al Muawwanah, Cisalak, Subang, masuk jurang sedalam 5 meter di Jalan Raya Sumedang-Malangbong.

Bus ini kecelakaan setelah sebelumnya melakukan ziarah ke Pamijahan, Kabupaten Tasikmalaya.

ilustrasi-kecelakaan-net

 

“Info yang kami terima 23 orang meninggal,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Maxi, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (10/3/2021) malam.

Rinciannya 2 meninggal di RS Sumedang, 2 di klinik, dan 19 di TKP.

Ia menyebut total ada 63 orang dalam bus tersebut.

Rinciannya peziarah dewasa 55 orang, anak-anak 5, sopir 1, kondektur 1, dan yang punya PO satu.
“Sudah dirujuk 10 orang. Yang masih terimpit bus diperkirakan masih ada enam, tapi kemungkinan masih ada yang lain,” ungkapnya.

Baca juga:   Ratusan Personel Polres Minsel, Amankan Konsolidasi FDW-PYR di Wilayah Tareran

Sebelumnya, Kepala Subbagian Humas Polres Sumedang AKP Dedi Juhana mengatakan, berdasarkan keterangan korban selamat, total rombongan dalam bus sebanyak 59 orang.

Rombongan dalam bus asal Cisalak, Subang ini sebelumnya melakukan ziarah ke Pamijahan, Kabupaten Tasikmalaya.

Sebelum masuk jurang, bus rombongan menempuh perjalanan pulang dari arah Tasikmalaya menuju Subang via Wado, Sumedang.

“Rombongan peziarah pulang dari Pamijahan Tasikmalaya via Wado Sumedang,” ujar Dedi kepada Kompas.com, Rabu malam.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul UPDATE Evakuasi Enam Korban Laka Bus Masuk Jurang, Bupati Sumedang: Butuh Crane

https://jogja.tribunnews.com/2021/03/10/update-evakuasi-enam-korban-laka-bus-masuk-jurang-di-subang-bupati-sumedang-butuh-crane?page=3.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *