Jual Anak Kandung Di Prostitusi Online, Pasutri Ini Dipolisikan

oleh

JOGJA – NK (38) dan DK (35) adalah pasangan suami istri yang tega menjual anak kandung mereka sendiri T (15)

Melalui aplikasi Michat pasutri ini menawarkan anak kandung mereka yang masih berusia 15 tahun kepada pria hidung belang.

Berdali untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan terlilit hutang.
Hingga akhirnya ia menjerumuskan anak gadisnya yang berusia 15 tahun ke prostitusi online.

 

Ibu berinisial NK (38) tersebut menjual anaknya, T (15) ke lelaki hidung belang melalui aplikasi MiChat.

Ibu kandung itu bertransformasi menjadi germo untuk anaknya sendiri.

ilustrasi-prostitusi-online-mahasiswa
Foto : ilustrasi prostitusi

Tidak sendiri, ia mengajak serta DK (35) yang juga ayah tiri T sebagai tim pemasaran.

Pasangan suami istri asal Bandung itu ditangkap Polres Kediri Kota, Jawa Timur, karena mengeksploitasi anak perempuannya.

Para muncikari saat dihadirkan pada konferensi pers di Mapolres Kediri Kota, Jawa Timur, Selasa (9/3/2021).
Para muncikari saat dihadirkan pada konferensi pers di Mapolres Kediri Kota, Jawa Timur, Selasa (9/3/2021). (KOMPAS.com/ M.AGUS FAUZUL HAKIM)
NK mengaku tega melakukan tindakan itu karena terlilit utang.

Baca juga:   Kurang Dari 12 Jam, Tim Waruga Polres Minut Lumpuhkan Pelaku Sajam

NK sehari-hari bekerja sebagai pemulung barang bekas.
Namun, pekerjaan itu tak mampu membiayai kehidupan keluarganya sehari-hari.

“Anak saya tujuh, masih kecil-kecil,” kata NK saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Kediri Kota, Jawa Timur, Selasa (9/3/2021).

NK mengaku memiliki utang senilai Rp3 juta di kampung halamannya, Bandung.
Jumlah itu merupakan akumulasi dari berbagai utang.

Dari jumlah itu, utang paling besar merupakan biaya kontrakan rumah.

“Utang saya banyak. Penginnya lunas lalu pulang,” lanjut wanita yang dihadirkan bersama dua tersangka muncikari lainnya itu.

 

NK dan DK telah seminggu berada di Kediri.

Selama itu, ia menjaring sejumlah pria hidung belang.

Dari sejumlah transaksi yang mengeksploitasi anaknya di Kediri, NK dan DK meraup uang Rp 4,5 juta tetapi uang itu langsung habis.

NK menggunakan uang itu untuk membayar utang.
Sisanya dikirim ke kampung halaman untuk biaya hidup anak-anaknya di rumah.

Baca juga:   Sertijab Wakapolres Minut, Palguna Gantikan Wowor

“Habis untuk bayar utang dan kirim ke rumah untuk beli susu anak-anak,” dalihnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kediri Kota, AKP Verawaty Thaib, mengatakan tersangka dijerat dengan sangkaan eksploitasi ekonomi atau seksual anak untuk keuntungan diri sendiri.
Selama menjalankan prostitusi itu, kata Vera, peran kedua tersangka yang merupakan orangtua cukup signifikan.

Mereka mengendalikan prostitusi itu.

“Yang mengoperasikan handphone orangtuanya, muncikarinya semua. Dan paham anaknya melakukan itu,” ujar Verawaty di tempat yang sama.

Polisi akan memeriksa psikologi tersangka NK.

“Itu berkaitan dengan psikologinya, unit PPA sudah koordinasi dengan tim,” kata Vera.
Sebelumnya, polisi mengungkap jaringan prostitusi online. Ada lima orang yang diamankan dalam prostitusi yang memaanfaatkan aplikasi pertemanan MiChat itu.

Kelima anggota jaringan itu yakni pasangan NK (38) dan DK (35) yang menjadi muncikari atas T (15) anak kandungnya, serta DR (22) yang merupakan adik dari DK yang berperan sebagai muncikari dari M (16).

Baca juga:   Brisia Jodie Hilang Kesabaran Dihina Haters

Pengungkapan jaringan ini setelah polisi menyelidiki penemuan mayat M di kamar hotel di Kota Kediri pada 28 Februari.

ilustrasi-video-porno

Setelah berhasil menangkap pelaku pembunuhan, yakni RP (23), polisi menemukan praktik prostitusi online itu.

Dari pemeriksaaan polisi pula, terungkap komplotan prostitusi online itu sudah singgah di berbagai tempat di Jawa Timur.
Untuk tersangka DR dikenakan Pasal 88 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan 10 tahun atau denda Rp 200 juta.

Adapun tersangka DK dan NK dikenakan Pasal 88 juncto Pasal 76 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, juncto Pasal 55 KUHP.

Adapun korban T kini dalam perlindungan di rumah aman dari Kementerian Sosial karena statusnya masih anak-anak.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Pengakuan Pasangan Suami Istri yang Tega Jual Anak Kandungnya di Prostitusi Online

https://jogja.tribunnews.com/2021/03/10/pengakuan-pasangan-suami-istri-yang-tega-jual-anak-kandungnya-di-prostitusi-online?page=4.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *