Hanyut Terbawa Arus Sungai, Asri Ditemukan Tim SAR Gabungan Tak Bernyawa

oleh -158 Dilihat
Korban Asri Kosuma saat ditemukan Tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia.

BOLMUT– Asri Kosuma (18), warga Desa Mingana ditemukan tak bernyawa oleh tim gabungan Basarnas, TNI/Polri, BPBD PMI dan masyarakat setempat, setelah dilaporkan hanyut terbawa arus sungai, Sabtu (6/3/2021).

Informasi dari ayah korban, Asri pagi keluar rumah menuju Desa Busisingo utara dan sempat menuju ke pantai, sekira jam 09:00 pagi.

Sementara menurut saksi mata, Tue, dia sempat melihat jika korban Asri sedang berjalan di Desa Minanga sambil menyusuri pinggiran sungai sampai di tanjung muara Desa Minanga dan menyeberangi sungai ke sebelah Desa Busisingo Utara lalu duduk duduk di tanjung muara Busisingo Utara.

Proses evakuasi korban Asri oleh Tim SAR gabungan.
Proses evakuasi korban Asri oleh Tim SAR gabungan.

Kepala Kantor Basarnas Manado, Suhari Noster Norbertus Sinaga yang menerima laporan adanya orang hilang pada malam hari yang sama, langsung berkoordinasi dan memerintahkan tim UPT Basarnas Manado di Kotamubagu agar mempersiapkan peralatan yang akan digunakan dalam pencarian hari ini.

Setibanya di lokasi tim SAR langsung berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan saksi mata dan langsung bergerak bersama tim penyelamat setempat dan langsung melakukan pencarian korban.

Dengan menggunakan perahu karet, tim gabungan bergerak dan menyisir wilayah muara tanjung, dan akhirnya korban pun ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, sekira 2 KM dari tempat terakhir korban terlihat oleh saksi mata, sekira jam 07:45 pagi, Minggu (7/3/2021). Korban pun langsung dievakuasi ke rumah duka untuk disemayamkan.

Kepala Kantor Basarnas Manado, Suhari Noster Norbertus Sinaga, yang menerima informasi jika korban Asri telah ditemukan dan dievakuasi, mengapersiasi kinerja tim SAR gabungan yang bekerja cepat dan tanggal, sehingga pencarian korban berjalan cepat meski korban ditemukan sudah meninggal dunia.

“Ini Berkat koordinasi yang baik, sehingga operasi pencarian berjalan sangat cepat, Basarnas manado dalam hal ini siap menerima laporan laporan musibah atau bencana yang membahayakan jiwa manusia selama 24 jam, Kami akan segera menindaklanjuti laporan meski laporan kejadian terjadi pada malam hari,” jelas Sinaga.

(Budi/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.