Ikuti Rakornas Kemitraan Bangga Kencana, BKKBN Sulut Siap Laksanakan Instruksi Presiden Jokowi

oleh
Plh Kaper BKKBN Sulut Ignasius P Worung SE MS dan Kadisdukcapil-KB Pemprov Sulut dr Bahagia Mokoagow MKes MSi bersama mitra kerja BKKBN mengikuti Rakornas secara daring.
MANADO-Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Utara mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kemitraan Program Bangga Kencana Tahun 2021, Kamis (28/1/2021) pagi.
Pelaksana Harian (Plh) Kaper BKKBN Provinsi Sulut Ignasius P Worung SE MS menerangkan, seluruh jajaran menyimak secara virtual Rakornas yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo.
“Rakornas ini dalam rangka penguatan sinergitas dan komitmen para pemangku kepentingan dan mitra kerja dalam peningkatan penggerakan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana atau Bangga Kencana di masa pandemi Covid-19,” ujar Worung.
Kepada BKKBN, sebut Worung, Presiden Jokowi menargetkan percepatan penurunan prevalensi stunting pada 2024 mendatang hingga mencapai 14 persen.
Target percepatan penurunan prevalensi stunting atau kekerdilan pada anak di Indonesia, bukanlah sebuah pekerjaan ringan. Namun dengan manajemen dan penguasaan lapangan yang baik, target tersebut diharapkan dapat diwujudkan.
Para pejabat di lingkup Perwakilan BKKBN Sulut mendengarkan arahan Presiden Jokowi dan Kepala BKKBN Pusat.
Para pejabat di lingkup Perwakilan BKKBN Sulut mendengarkan arahan Presiden Jokowi dan Kepala BKKBN Pusat.
Pada 25 Januari 2021, Presiden Jokowi telah menunjuk BKKBN untuk menjadi Ketua Pelaksanaan program percepatan tersebut.
Dalam mencapai target penurunan prevalensi stunting, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan akan berperan sebagai koordinator program. Di mana Kepala BKKBN akan bertindak sebagai ketua pelaksana.
BKKBN yang memiliki infrastruktur organisasi hingga ke tingkat daerah nantinya juga akan dibantu oleh kementerian dan lembaga terkait.
Artinya, Presiden Jokowi menekankan bahwa BKKBN memegang kendali pencegahan stunting mulai saat ini.
Perlu diketahui bahwa prevalensi stunting di Indonesia pada lima tahun lalu berada di angka 37 persen. Pada tahun 2019, angka tersebut berhasil ditekan hingga mencapai 27,6 persen yang diperkirakan akan mengalami sedikit kenaikan disebabkan adanya pandemi Covid-19.
(vhp)
Baca juga:   Deputi KB/KR BKKBN Sarankan Ortu Cegah Stunting Perhatikan 1000 HPK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *