Makna Psikologi Paslon Kepala Daerah Terpilih Tampil Berkemeja Putih

oleh
Paslon Bupati-Wabup Bolsel Terpilih (kiri), Paslon Wali Kota-Wawali Tomohon Terpilih (kanan atas), dan Paslon Bupati-Wabup Minsel Terpilih, saat menghadiri rapat pleno penetapan yang digelar KPUD, pekan lalu.
MANADO-Tampil dengan setelan kemeja putih saat rapat pleno penetapan pasangan calon kepala daerah terpilih, tengah pekan lalu, ternyata punya makna psikologis.
Menurut Psikolog Hanna Monareh MPsi, warna bisa memberikan pengaruh terhadap psikologi, emosi serta cara bertindak manusia.
Warna juga menjadi bentuk komunikasi non verbal yang bisa mengungkapkan pesan secara instan dan lebih bermakna.
“Setiap warna punya makna, potensi, dan kekuatan untuk memengaruhi. Bahkan menghasilkan efek tertentu pada produktivitas, emosi, hingga perubahan mood (suasana hati) seseorang,” kata Hanna, mengutip Carl Gustav Jung, seorang psikolog yang membuktikan pengaruh warna bagi Psikologi Manusia.
Warna putih, terlihat minimalis dan simpel. Melambangkan keaslian, ketepatan, kepolosan, kebebasan dan keyakinan.
Bagi para paslon yang menggunakan kemeja warna putih, lanjut Hanna, dari perspektif psikologi bahwa sebagai calon Kepala Daerah mereka bukan hanya milik satu warna saja, tetapi semua masyarakat. Apalagi saat sudah terpilih
“Dengan menggunakan warna putih, mereka bersikap netral ingin mengajak dan merangkul semua masyarakat. Tidak menonjolkan bahwa hanya milik satu partai saja,” pungkas Ketua Ikatan Psikolog Klinis Wilayah Sulawesi Utara ini.
(vhp)
Baca juga:   SOKSI Sulut Usung ADRIAN TAPADA ke DPR RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *