Nyaris Setahun Belum Direalisasikan Guru SMA Di Sangihe Pertanyakan TDK

oleh
Kepala UPTD Dinas Pendidikan Sulut di Sangihe Maxmilian Tielung.

TAHUNA -Kesejahteraan tenaga guru di Kabupaten Sangihe khususnya yang mengajar di tingkat SMA/SMK/Sederajat benar-benar disepelekan. Padahal anggaran khususnya Tunjangan Daerah Khusus bagi guru sudah tertata dalam APBD Provinsi Sulut.

Sejumlah guru SMA Kecamatan Marore dan Kecamatan Tatoareng ketika menemui awak media menyatakan bahwa sejak awal tahun anggaran 2020 sampai dua bulan terakhir di penguhujung tahun anggaran ini tal satu sen pun Tunjangan Daerah Khusus (TDK) yang kami terimah.

“Sejak bulan Januri 2020 sampai awal November 2020 ini kami belum menerima hak kami padahal kewajiban sudah dijalankan”, jelas sejumlah guru yang meminta namanya jangan dipublish.

Lebih lanjut mereka menyatakan bahwa di tahun anggaran sebelumnya juga terjadi seperti sekarang ini.

“Pada tahun lalu, kami juga mengalami hal seperti ini sampai di penghujung tahun anggaran juga belum dibayarkan. Nanti terbayarkan ketika kami mendatangi DPRD Sulut mempertanyakan hak kami. Apakah harus seperti kami mengejar kesejahteraan kami. Dimana perhatian pemerintah terhadap kami tenaga pengajar di wilayah kepulauan dan perbatasan ini”, ujar mereka kembali.

Baca juga:   Pelaku Perjalanan Luar Daerah Aktif, Kabulog Tahuna Langgar Protap Covid 19?

Terpisah Kepala UPT Dinas Pendidikan Provinsi di Sangihe Maxmilian Tielung menyatakan bahwa Guru penerima TDK berdasarkan Surat keputusan Kemendikbud dalam hal ini Dirjen GTK dan dananya dari pusat (Kemendikbud).

“Saya sudah konfirmasi dengan Dikda Sulut sementara proses untuk pembayaran 2 triwulan terhitung mulai bulan Januari 2020 danmemang dananya dari pusat”, singkat Tielung.

(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *