Wamendag Jerry Sambuaga Dorong UMKM Manado Berorientasi Ekspor

oleh

MANADO – Untuk mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berorientasi ekspor, perlu adanya kerja sama anyara seluruh stakeholder terkait, terutama dengan lembaga pembiayaan untuk memfasilitasinya. Dengan demikian, UMKM dapat meningkatkan daya saingnya dalam melakukan ekspor.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan DR Jerry Sambuaga dalam pertemuan dengan para pelaku UMKM di God Bless Park, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (3/10/2020).

“Pemerintah harus memberikan kemudahan dalam berusaha untuk UMKM, seperti pemberian kredit yang mudah, atau stimulus.Tujuannya agar peran dunia usaha UMKM di dalam pembangunan ekonomi bisa semakin besar,” ungkap Jerry.

Pada acara ini menariknya Wamendag Jerry disambut dengan demo abon cakalang dan juga kue basah seperti kue khas Manado seperti cucur dan panada yang dilakukan para pelaku UMKM dan Wamendag didaulat untuk melakukan aksi demo masak serupa itu.

Dikatakan, para pelaku UMKM perlu mendapatkan kemudahan dalam mendapatkan akses pembiayaan melalui proses asesmen yang lebih simpel dan bunga yang lebih kompetitif.

Baca juga:   Penumpang Pesawat ke Manado Tak Seramai Nataru Tahun Lalu

“Untuk itu sinergi semua pihak terkait hal yang penting dalam meningkatkan daya saing UMKM Indonesia agar dapat berkontribusi terhadap ekspor Indonesia,” ungkap Jerry.

Lanjut dijelaskannya, kontribusi UKM terhadap ekspor Indonesia saat ini masih kurang dari 10 persen.

“Tingkat kontribusi UMKM ini jauh lebih rendah di beberapa negara lain, seperti Swiss, Tiongkok, Belanda, Jepang, Amerika Serikat; dan bahkan beberapa negara anggota ASEAN seperti Thailand, Filipina, Malaysia, serta Vietnam,” papar Jerry.

Oleh sebab itu lanjut Wamendag, dalam rangka membangkitkan gairah dunia usaha lokal berorientasi ekspor tanpa mengenyampingkan kearifan budaya lokal, kebijakan penguatan pasar dalam negeri harus menjadi salah satu program prioritas yang harus dilakukan pemerintah.

“Penguatan dilakukan dengan mengamankan pasar dalam negeri dari gangguan impor, memperluas pasar dan pusat distribusi, kepatuhan peredaran barang, serta memberikan peluang sebesar-besarnya bagi wirausaha nasional dalam memasok kebutuhan pasar dalam negeri dan ekspor, termasuk promosi penggunaan produk dalam negeri,” ujar Wamendag.

Baca juga:   Sriwijaya Air Targetkan 40.000 Penumpang Rute China-Manado

Ditambahkannya pula, kebijakan lainnya adalah kewajiban pembelian oleh pemerintah atas produk dalam negeri, promosi ekspor, kolaborasi, dan global entrepreneurship.

“Selain itu memberikan informasi yang lengkap akan hasil produk dunia usaha bila akan di pasarkan dan meningkatkan promosi produk lokal yang terintegrasi secara nasional lewat E-Commerce,” katanya.

Oleh sebab itu, Wamendag pun berhara dengan adanya penjualan secara daring ini UMKM dapat menjual produknya melalui platform E-Commerce ini dan melakukan transaksi secara non tunai.

“Tentu saja menjadi harapan kita bersama akan lahirnya UMKM-UMKM Indonesia yang mampu mengekspor produknya hingga ke mancanegara, khususnya melalui platform e-commerce,” jelasnya.

(YMP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *