Lemah Pengawasan, Penerima BNPT Terima Sayur Busuk

oleh
Paket sayur busuk dari pihak ketiga yang disalurkan ke masyarakat penerima manfaat PKH

TAHUNA -Lemahnya pengawasan terhadap penyaluran berbagai bantuan kepada masyarakat miskin, membuat pihak ketiga berulah. Seperti halnya dengan penyaluran bantuan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Manganitu. Dimana Senin (08/06/2020) penerima BPNT justru menerima sayur busuk dari pihak penyalur.

Hal ini mencuat setelah sejumlah penerima BPNT mengeluhkan item sayur yang terdiri dari boncis, akar kuning dan pitsae justru diterimah dalam keadaan busuk. “Kami mau berupaya mengeluhkan hal ini tapi kami takut nantinya dimarahi”, ungkap wanita tua Naomi Mandik usai menerima bantuan BPNT tersebut.

Lebih lanjut Mandik menyatakan bahwa sayur dalam keadaan busuk tersebut tetap dibawah pulang meskipun tidak bisa lagi dikomsumsi.

“Sejumlah item sayur itu kami tetap bawah pulang meskipun tidak bisa dikomsumsi baik itu untuk manusia maupun binatang karena terlanjur busuk terutama akar kuning”, imbuh Mandik terlihat begitu sedih karena sentuhan pemerintah nyatanya tidak tulus terhadap masyarakat miskin.

Baca juga:   Wakil Ketua MPR RI Sambangi Sangihe

Kepala Dinas Sosial Daerah Sangihe Tadjudin Sainkadir ketika dihubungi terpisah merasa sangat kaget adanya penyaluran BPNT dengan barang pokok yang sudah busuk. “Terimah kasih atas laporan ini. Hal ini tidak akan dibiarkan begitu saja akan ditindaklanjuti” ujar Sainkadir.

Lebih lanjut ia memerintahkan Pendamping BPNT untuk segera mehubungi pihak ketiga selaku penyalur BPNT untuk segera mengganti item bahan pokok yang sudah busuk.

” Untuk melaksanakan penyaluran dilakukan yg namanya e warung sebagai agen BRI, yang ditunjuk oleh BRI, tugas Dinas Sosial melakukan pemantauan dan monitoring. Apabila ada pelanggaran yg dilakukan oleh e warung kami akan koordinasikan dgn BRI untuk tindak lanjut penyelesaiannya. Sanksi yg diberikan berupa teguran dan sanksi berat berupa pencabutan ijin sebagai agen BRI” imbuh Sainkadir sambil meminta masyarakat proaktif untuk melaporkan setiap item bahan pokok dalam BPNT yang rusak maupun tidak sesuai standar komsumsi.

Baca juga:   Kumpulkan Pedagang Pasar Trikora, Gaghana Sosialisasi Pembangunan Pasar Modern

(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.