Sistem Keperawatan Orem Bagi Pasien Medikal Bedah

oleh -276 Dilihat
Oleh: Ns Fanda Lalujan SKep
Pembimbing: Ns Fitri Arofiati MKep PhD
SISTEM Keperawatan Orem mengacu kepada bagaimana individu memenuhi kebutuhan dan menolong keperawatannya sendiri (self care).
Teori Self Care oleh Dorothea Elizabeth Orem, tokoh keperawatan kelahiran Baltimore Maryland ini, menekankan sebuah pelayanan manusia yang berpusat pada kebutuhan manusia untuk mengurus diri bagaimana mengaturnya secara terus-menerus untuk dapat menunjang kesehatan dan kehidupan sembuh dari penyakit atau kecelakaan dan menanggulangi akibat-akibatnya.
Penerapan model Self Care Orem sangat tepat diaplikasikan pada asuhan keperawatan medikal bedah. Terutama dalam hal meningkatkan kemandirian pasien dengan memperhatikan unsur fisiologis, psikologis, dan budaya secara menyeluruh.
Model Self Care Orem dapat digunakan dalam menerapkan asuhan keperawatan yang dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan ruangan dengan bentuk yang lebih mudah dipahami.
Nursing System Orem mengidentifikasi klasifikasi Nursing System menjadi tiga bagian.
Pertama, The Wholly Compensatory System. Ini adalah suatu tindakan keperawatan dengan memberikan bantuan secara penuh kepada pasien dikarenakan ketidakmampuan pasien dalam memenuhi tindakan keperawatan secara mandiri.
Kedua, The Partly Compensantory System. Merupakan sistem dalam memberikan perawatan diri secara sebagian saja, dan ditujukan pada pasien yang memerlukan bantuan secara minimal.
Ketiga, The Supportive–Educative System. Yaitu dukungan pendidikan dibutuhkan oleh klien yang memerlukannya untuk dipelajari, agar mampu melakukan perawatan mandiri.
Lima metode bantuan meliputi Acting atau melakukan sesuatu untuk klien, Mengajarkan klien, Mengarahkan klien, Mensupport klien, serta Menyediakan lingkungan untuk klien agar dapat tumbuh dan berkembang.
Selanjutnya, Deskripsi Konsep Sentral Orem mengacu pada empat unsur utama.
1. Manusia
Suatu kesatuan yang berfungsi secara biologis simbolik dan sosial serta berinisiasi. Dan melakukan kegiatan asuhan atau perawatan mandiri untuk mempertahankan kehidupan.
Kegiatan asuhan keperawatan mandiri terkait dengan udara, air, makanan, eliminasi, kegiatan dan istirahat, interaksi sosial, pencegahan terhadap bahaya kehidupan, juga kesejahteraan dan peningkatan fungsi manusia.
2. Masyarakat atau Lingkungan
Lingkungan sekitar individu yang membentuk sistem terintegrasi dan interaktif.
3. Kesehatan
Suatu keadaan yang dicirikan oleh keutuhan struktur manusia yang berkembang dan berfungsi secara fisik dan jiwa. Meliputi aspek fisik, psikologik, interpersonal dan sosial.
4. Keperawatan
Merupakan tindakan yang dilakukan dengan sengaja dan mempunyai tujuan suatu fungsi yang dilakukan perawat karena memiliki kecerdasan serta tindakan yang memungkinkan pemulihan kondisi secara manusiawi pada manusia dan lingkungannya.
Tujuan keperawatan pada model Orem secara umum adalah menurunkan tuntutan self care pada tingkat di mana klien dapat memenuhinya. Itu berarti menghilangkan self care deficit.
Kemudian memungkinkan klien meningkatkan kemampuannya untuk memenuhi tuntutan self care.
Memungkinkan orang yang berarti (bermakna) bagi klien untuk memberikan asuhan dependen jika self care tidak memungkinkan. Oleh karenanya, self care deficit apapun dihilangkan.
Jika ketiganya diatas tidak tercapai, perawat secara langsung dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan self care klien.
Teori Self Care Orem ini telah penulis aplikasikan di Instalasi Rawat Inap (Irina) Anggrek 2 Bawah.
Pertama, The Wholly compensatory system bagi pasien dengan diagnosa medis Cancer Mammae (kanker payudara) Stadium 3.
Guna menjalani kemoterapi, pasien tidak bisa bangun dari tempat tidur sementara keluarga meninggalkan pasien sendiri di ruang perawatan.
Pada kondisi ini, pasien terpasang oksigen 2 liter/menit, terpasang selang makanan (NGT) dan terpasang foley kateter.
Perawat memberi makan via selang NGT, mengecek aliran oksigen, mengosongkan kantong urine, dan membawa pasien ke Ruang Delima untuk dilakukan kemoterapi.
Pada sistem ini, semua kebutuhan perawatan diri pasien (self care demand) dilakukan oleh perawat. Nursing System sebagai kompensasi dari ketidakmampuan pasien merawat diri secara mandiri (inability self care agency).
Kedua, Partial Compensantory System terhadap pasien dengan diagnosa medis diabetes melitus (DM) serta ulkus diabetikum di bagian telapak kaki.
Pasien ini kondisinya membaik dan dalam persiapan pulang rumah. Sebelum pulang, perawat melakukan perawatan luka, mengajarkan pasien cara menyuntik insulin, dan monitoring kadar gula darah di rumah menggunakan alat tes gula darah portable.
Perawat juga menjelaskan diet makanan sesuai diet DM, menjelaskan cara perawatan luka, dan penilaian kondisi luka di rumah.
Pada sistem ini, perawat dan pasien terlibat dalam aktivitas pemenuhan kebutuhan perawatan diri pasien. Perawat mengkompensasi keterbatasan perawatan diri pasien sesuai kebutuhan pasien.
Pasien sendiri berpartisipasi dalam melaksanakan perawatan diri sendiri yang mampu dilakukan secara mandiri, dan menerima bantuan perawatan dari perawat.
Ketiga, Educative-Supportive Compensatory kepada pasien diagnosa medis DM. Pasca rawat di Irina Anggrek 2 Bawah, psasien datang ke poliklinik endokrin untuk kontrol, diantar oleh isterinya.
Dari hasil pemeriksaan laboratorium, didapatkan adanya peningkatan kadar gula darah.
Perawat menilai adanya kelalaian dalam pelaksanaan perawatan diri mandiri di rumah. Karena itu, perawat mengingatkan kembali pada pasien dan isterinya cara memonitor kadar gula darah di rumah serta mempertahankannya dalam batas normal.
Kemudian, cara pemakaian obat suntik insulin beserta dosis juga terapi oral, pemilihan menu dan diet yang tepat, dan cara mencegah resiko terjadinya komplikasi diabetikum.
Pada sistem ini, seluruh kegiatan pemenuhan kebutuhan perawatan diri dilakukan leh pasien atau keluarga. Di tahap ini, perawat hanya dalam batas memberikan pendidikan, dukungan, serta monitoring kegiatan pasien dan keluarga dalam melaksanakan perawatan diri.
(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.