Opa Maxi dari Sitaro Akui Kesaktian Kartu Indonesia Sehat

oleh -188 Dilihat
Opa Maxi Darek (tengah) bersama istri dan petugas BPJS Kesehatan.
SITARO-Kesaktian program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dirasakan betul masyarakat. Hal itu disuarakan Maxi Darek, warga Kampung Ulu Siau, Kabupaten Sitaro, Sulut.
Dia mengakui, jika ingin berobat kartu ‘sakti’ JKN-KIS sangat memudahkannya. Tahun 2017 lalu, pria paruh baya tersebut sempat mengeluh sakit di bagian saluran kemih.
Setelah diperiksa ke rumah sakit, ternyata dia terindikasi mengalami gangguan prostat. Oleh dokter yang menangani di RS Sawang, Kepulauan Sitaro, Maxi dirujuk ke RS Siloam Manado. RS itu merupakan salah satu fasilitas kesehatan berfasilitas lengkap yang ada di Sulawesi Utara untuk melakukan tindakan operasi.
“Opa tidak keluar uang sepeser pun. Pokoknya pelayanan dan penanganan sangat baik dan mantap diberikan dokter juga tim medis,” jelasnya dengan logat Sanger yang kental.
Di tahun yang sama, tepatnya Oktober, Opa Maxi mengalami kecelakaan jatuh dari pohon yang berada di kebunnya. Dia mengalami patah tulang dan harus masuk RS.
Hari itu juga dengan menggunakan kapal, dia di rujuk ke RS di Manado. Yaitu di RS TNI AD untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Kembali, kesaktian Kartu JKN-KIS yang dimilikinya teruji. Pihak keluarga tidak mengeluarkan biaya sepersenpun untuk operasi, obat-obatan dan ruangan yang digunakannya selama dua minggu.
“Hal itu membuat keluarga terharu dan berterima kasih kepada Tuhan. Karena program ini tidak membeda-bedakan pasien yang ada di kepulauan maupun di perkotaan. Tidak membeda-bedakan pula agama serta suku yang beragam semuanya sama karena kita satu dalam NKRI,” imbuh Opa Maxi.
Pengalaman inilah yang membuat Opa Maxi selalu mengajak masyarakat di kampungnya untuk ikut program JKN-KIS. Karena manfaat yang begitu besar dan sangat menolong.
Bahkan sudah terbukti selama berobat di kepulauan sampai dua kali mendapatkan perawatan di RS yang berada di Kota Manado, tetap gratis.
Karena prinsipnya suatu saat kita semua pasti akan mengalami sakit. Baik yang ringan maupun berat.
“Kita tidak mungkin selalu sehat. Jangan terlalu banyak perhitungan dengan iuran yang dikeluarkan. Dari sekarang kita harus ada proteksi kesehatan dengan menjadi peserta JKN-KIS. Supaya ketika sakit tidak bingung untuk biaya rumah sakit,“ tutupnya.
(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.