0 views

Peserta JKN-KIS Akui Tidak Rumit Berobat di Puskesmas

oleh -0 views
Ibu Rita saat menjaga anaknya yang dirawat di Puskesmas Dapalan, Talaud.
TALAUD-Kartu Indonesia Sehat yang diluncurkan Presiden Joko Widodo pada 3 November 2014 telah menjadi kartu sakti bagi masyarakat.
Buktinya, walau berasal dari kalangan tidak mampu, namun kini bisa mendapatkan pelayanan berobat gratis.
Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) juga secara merata ikut dirasakan manfaatnya hingga ke pelosok.
Terutama di daerah kepulauan, tak terkecuali di ujung utara perbatasan Indonesia-Filipina tepatnya di kepulauan Talaud.
Hal ini turut dirasakan Rita Bungkaes, warga yang tinggal di Desa Dapalan, Kecamatan Tampan”amma.
Ibu berusia 45 tahun ini adalah salah satu peserta penerima bantuan iuran (PBI) JKN-KIS.
Mulanya pada tanggal 24 Oktober 2019 lalu, anak ketiganya bernama Alvin Tamawiwi mengalami gangguan kesehatan akibat demam tinggi yang tak kunjung reda. Ibu rumah tangga ini menduga anaknya sakit biasa dan hanya diberi obat warung saja.
Setelah dua hari tak kunjung sembuh, dia pun berinisiatif membawa sang anak ke Puskesmas terdekat yaitu Puskesmas Dapalan.
Tiba di Puskesmas, seperti biasa dengan sigap petugas menanyakan keluhan pasien.
Ibu Rita pun menyampaikan tentang kondisi anaknya dan menjelaskan mereka adalah peserta JKN-KIS. Tak berselang lama, Alvin langsung dibawa ke ruang IGD untuk ditangani.
Melihat pelayanan yang baik oleh petugas Puskesmas, dia tidak menyangka penanganan untuk peserta JKN-KIS di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) AIni tidak rumit seperti yang dipikirkan.
“Tarima kase manambo nambo (terima kasih banyak) kepada perawat Puskesmas yang begitu sigap menangani anak saya begitu kami datang,” ujar Rita saat disambangi di ruang inap, 27 Oktober lalu.
Dia mengungkapkan, menjadi peserta JKN-KIS benar benar luar biasa. Kartu Indonesia Sehat atau KIS begitu mudah digunakan.
“Tidak membedakan antara pasien PBI dengan jenis kepesertaan lainnya. Pasien dilayani dengan baik dan tindakan medis cepat diambil,” tambahnya.
Di akhir perbincangan, Ibu Rita mengungkapkan keinginannya terhadap program JKN-KIS.
“Sangat besar harapan kami program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan dapat terus berlangsung, sehingga kami masyarakat daerah kepulauan tidak perlu khawatir lagi dengan biaya yang akan dikeluarkan,” tutup Ibu Rita.
(***)
Baca juga:   Rondonuwu 'Bakar' Semangat Kerja Karyawan RSUP Prof Kandou

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.